Ilustrasi.

 

PAMULANG – Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta bersama Pemkot Tangsel meneken nota kesepahaman (MoU) Program Tangsel Menghafal. Program ini dijalankan untuk mewujudkan moto Tangsel yang religius. Salah satu poinnya, para siswa lulusan SD, SMP dan SMA di wilayah Tangsel mempunyai bekal hafalan Alquran dengan target tertentu.

”Misalnya, kalau lulusan SD ditargetkan minimal hafal satu juz, kemudian nanti lulus SMP meningkat lagi. Ini terutama untuk sekolah-sekolah yang dibiayai pemerintah,” ujar Sekretaris Umum Yayasan IIQ KH Rasyud Syakir dalam peluncuran program ini di Pesantren Tahassus IIQ, Pamulangtimur, Jumat (13/7).

Kiai Rasyud yang juga salah seorang presidium pemekaran Kota Tangerang menambahkan, tahap pertama pelaksanaan program Tangsel Menghafal ini direncanakan untuk siswa-siswi sekolah yang dibiayai oleh pemerintah. Berikutnya diharapkan secara bertahap menjangkau SKPD dan masyarakat yang lebih luas lagi.

”Kalau sudah hafal itu otomatis sudah bisa membaca Alquran, dan tahsin (perbaikanbacaannya) sekalian,”tambahnya.

Rektor IIQ Prof Huzaemah T. Yanggo mengungkapkan, ada data bahwa lima orang dari 10 jamaah haji masih buta huruf Alquran. Pihak IIQ dan Pemkot Tangerang Selatan ingin memastikan bahwa wilayah yang mempunyai motto Cerdas, Modern dan Religius benar-benar bebas dari buta Huruf Alquran.

Dari sisi sumber daya manusia pihaknya memastikan, IIQ Jakarta siap men- distribusikan para ahli Alquran untuk menjalankan program Tangsel Menghafal.

Asisten Daerah Tata Pemerintahan Kota Tangsel, Rahmat Salam yang datang mewakili Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, program Tangsel Menghafal ini akan di- bicarakan lebih lanjut dan dilaksanakan secara bertahap. ”Kita selalu serius dalam merealisasikan program ini hingga menjangkau di seluruh SKPD,” tandasnya. (rls/you/ gar/sub)