Ikrar Sumpah Dokter di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Foto: Kemenag/Istimewa

TANGERANG SELATAN – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (23/4), menggelar sumpah dokter yang diikuti 67 dokter di Aula Harun Nasution.

“Dokter terbaik yang diambil sumpahnya hari ini adalah Ahmad Ilyas Saputra, alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB),” terang Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said, sebagaimana dilansir Kemenag.

Ahmad Ilyas  Saputra merupakan anak dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seorang petani, sementara ibunya mengurus rumah. Ilyas demikian dia disapa, merupakan lulusan Pondok Pesantren Darul Hijrah Banjarmasin.

Pria kelahiran 1994 ini mendapat Beasiswa Santri dari Kementerian Agama pada tahun 2012. Dia menyelesaikan kuliah Sarjana Kedokterannya (S.Ked) pada Desember 2014 dan melanjutkan ke pendidikan profesi dokter. Dia resmi menyandang dokter sejak Maret 2018.

“Dari 67 yang diambil sumpahnya, lebih kurang separuhnya adalah alumni pesantren. Dan, 17 di antaranya adalah alumni PBSB Kemenag RI,” ujar Basnang.

Menurut Basnang, dokter lulusan UIN berbeda dengan dokter perguruan tinggi lainnya. Mereka dituntut memiliki semangat pengabdian dan nilai-nilai agama layaknya santri. “Dokter alumni pesantren memiliki kemampuan mengintegrasikan antara nilai-nilai kedokteran dengan agama, dan inilah plus alumni pesantren,” ungkap Basnang.

Basnang yang juga alumni pesantren As’adiyah Sengkang berharap para dokter yang baru diambil sumpahnya ini bisa melanjutkan studi ke jenjang spesialis. Menurutnya, Pemerintah melalui LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) menyiapkan anggaran khusus bagi santri untuk melanjutkan studi S2  dan S3 serta dokter santri yang akan melanjutkan ke jenjang spesialis.

Pengambilan sumpah ini merupakan kali pertama digelar sejak berdiri sendirinya Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah. Hadir dalam gelaran ini, Ketua Umum PB IDI, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Dede Rosada, Dirut RS Fatmawati, Dekan Fakultas Kedokteran, serta para dosen, dan orang tua para dokter yang diambil sumpahnya. (Hery/Kemenag/Aas)