Lulusan SMA di Rancakalapa Bertambah

Kepala Desa Rancakalapa Umaedi (kanan) berbincang dengan salah satu warganya di Kantor Desa Rancakalapa, Jalan Kolelet Nomor 1, Rabu (27/3). Warga ini meminta bantuan Umaedi agar pengukuran tanah bisa dipercepat.

TANGERANG- Kurangnya kesadaran masyarakat akan pendidikan dan hukum menjadi cambuk bagi Kepala Desa Rancakalapa, Kecamatan Panongan, Umaedi untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) desanya. Ia cukup berhasil meningkatkan taraf pendidikan warganya.

Pengalaman Umaedi semasa duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), hanya ada tiga sampai lima pemuda di desanya yang meneruskan pendidikan hingga tingkat SMA. Ada beberapa alasan para orang tua tidak menyekolahkan anaknya sampai tingkat SMA. Terutama, bagi yang memiliki anak perempuan.

”Tahun 2004, zaman saya SMA, paling hanya tiga sampai lima orang yang sekolah sampai SMA. Apalagi anak perempuan mah, enggak ada pisan (sama sekali-red). Kan kalau kata orang tua dulu mah perempuan buat apa sekolah tinggi. Ujung-ujungnya di dapur juga,” jelas Umaedi kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Rancakalapa, Jalan Kolelet Nomor 1, Rabu (27/3).

Dengan kewenangan yang dimilikinya sejak menjabat Kepala Desa Rancakalapa dari tahun 2015, Umaedi mencoba memecahkan permasalahan tersebut. Ia menggandeng pihak Polresta Tangerang untuk menyosialisasikan kesadaran pendidikan dan hukum kepada para pemuda Rancakalapa. Hasilnya, sebut Umaedi, pendidikan warga desanya meningkat hingga 60 persen.

Program pembangunan lainnya, lanjut Umaedi, adalah pemberdayaan masyarakat. Program ini mendukung upaya Pemerintah Desa Rancakalapa meningkatkan SDM warga desanya.

Dibantu oleh Kasi Pemerintahan Desa Rancakalapa HM Yusuf, beberapa bidang pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan. Yaitu, bidang peternakan pada 2014 dan 2016 serta perbengkelan pada 2015. ”Sudah ada peternakan ayam potong hasil pemberdayaan tahun 2014, sama ikan lele tahun 2016. Mereka (pembudi daya ayam potong dan lele-red) semua dikasih modal berupa bibit. Di bidang perbengkelan, ada tiga kelompok. Dulu, anggotanya masing-masing ada enam orang. Mereka (kelompok pengelola bengkel-red) juga dikasih bantuan berupa alat-alat perbengkelan,” jelas Yusuf.

Tahun ini, program pemberdayaan masyarakat yang akan dilaksanakan Pemerintah Desa Rancakalapa adalah kerajinan anyaman dan ukiran bambu. Untuk menyukseskannya, pemerintah desa akan mengundang narasumber untuk melatih pemuda Rancakalapa.

Program lain yang tak kalah penting adalah bidang infrastruktur. Tahun ini, pembangunan fisik di desa seluas 450 hektare ini telah mencapai 60-70 persen. Meliputi, pembangunan salurah air besih (SAB) dan jalan dengan paving block di empat titik di Kampung Rancakalapa dan Kampung Korelet. Anggaran desa juga digunakan untuk merenovasi Kantor Desa Rancakalapa.

WISATA

          Mengulas sedikit tentang keinginan masyarakat untuk memiliki wahana rekreasi. Kepala Desa Rancakalapa Umaedi termotivasi untuk mendirikan wisata wahana air. Untuk merealisasikannya, ia berencana membangun kerja sama dengan pihak swasta. Polanya, tanam saham.

          ”Warga di sini kan kalau pengen liburan atau berenang jauh tuh, adanya di Citra Raya. Nah, kalau di sini dibangun wisata serupa kan enak. Mereka (warga Rancakalapa-red) enggak perlu jauh-jauh liburannya,” tutup kepala desa yang dikenal dengan nama Bob itu. (pem/rb/sub)