Lupa Swafoto, Calon ASN Dicoret

Peserta seleksi calon aparatur sipil negara (ASN) mengikuti tes di aula Gedung Badiklat, Kabupaten Pandeglang, Minggu (28/10/2018).

SERANG – Di antara 439 pelamar calon aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Banten yang dinyatakan tidak memenuhi syarat, ada beberapa di antaranya yang dicoret lantaran lupa swafoto atau selfie. Padahal, swafoto menjadi salah satu persyaratan bagi pelamar calon ASN.

Para pelamar wajib berswafoto dengan menampilkan wajah mereka dengan memegang kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) dan kartu informasi akun pelamar. Selain lupa swafoto, ada juga beberapa penyebab lainnya yang membuat pelamar tidak memenuhi syarat. Misalnya saja, hasil scan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tidak jelas.

Kemarin (16/12), nama-nama pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat sudah diumumkan melalui portal SSCN atau Sistem Seleksi CASN Nasional.

Kepala Sub Bidang Perencanaan Pengadaan dan Pengangkatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten Ade Nuryasin mengatakan, sebanyak 439 dari 6.170 pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak melengkapi syarat administrasi yang diminta.      “Penyebabnya banyak. Selain lupa selfie, ada juga yang lupa upload ijazah, salah alamat, salah formasi, dan lain-lain,” terang Ade kepada Radar Banten, Senin (16/12).

Para pelamar calon ASN yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dapat melakukan sanggahan. Masa sanggah diberikan dalam waktu tiga hari. Namun, tidak semua dapat melakukan sanggahan. Kekurangan karena sistemlah yang dapat disanggah. Misalnya, kondisi upload nilai yang kurang jelas dan kartu keluarga yang kurang jelas.

Kata dia, setelah masa sanggah, jumlah pelamar yang memenuhi syarat saat ini sebanyak 5.731 orang bisa saja bertambah. “Kalau sanggahannya bisa diterima. Nanti disampaikan,” ujarnya.

Dari 253 formasi calon ASN di lingkup Pemprov, pelamar yang tidak memenuhi syarat tersebar di dalamnya. Ada juga pelamar yang bukan disabilitas, tetapi melamar di posisi disabilitas.

Kepala BKD Provinsi Banten Komarudin mengatakan, diterima atau tidaknya sanggahan akan diketahui langsung oleh si pelamar. Sebab, hasilnya akan dikirim langsung ke e-mail peserta. Hasil sanggahan akan dilihat lagi oleh panitia verifikasi. Kalau materi yang dikirimkan lebih baik, bisa saja pelamar menjadi memenuhi syarat. Begitupun sebaliknya.

Selain lupa swafoto, ia mengatakan, ada juga hasil foto para pelamar tidak jelas dan scan ijazah yang tidak jelas. Akibatnya, membuat pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Apabila sanggahan diterima, Komarudin mengaku, pelamar dapat mengikuti tahapan selanjutnya, yakni seleksi kompetensi dasar dan bidang yang kemungkinan akan berlangsung tahun depan.

Kata dia, seleksi tertulis akan diadakan di gedung BPSDMD Provinsi Banten di Kabupaten Pandeglang. Pemprov menyediakan peralatan dan tempat, sedangkan soal dan software-nya langsung dari pemerintah pusat. (nna/alt/ira)