Madrasah Diniyah Kurang Diperhatikan, Kemenag Serahkan pada Pemkot

0
316
Ilustrasi madrasah (Mokhamad Zubaidillah/JawaPos.com)

SERANG – Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Serang mengaku tidak memiliki anggaran untuk memberikan gaji guru Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDA) dan membangun gedung MDA di sejumlah titik di Kota Serang.

Pihak Kemenag mengklaim kewenangan tersebut ada pada Pemerintah Kota Serang sebab, telah mengatur keberadaan MDA melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Serang nomor 1 tahun 2010 dan Peraturan Wali Kota Serang nomor 17 tahun 2013.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kemenag Kota Serang, Suaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pembinaan kepada seluruh MDA yang ada di Kota Serang. Menurutnya, begitupun dengan Pemkot telah berulang kali memberikan bantuan kepada sejumlah MDA, namun, kata dia, bantuan yang diberikan nilainya belum besar, sebab, terbatasnya anggaran.

“Tugas kami memberikan pembinaan, tugas Pemkot memberikan Bantuan Operasional (BOP) tetapi karena anggarannya sedikit tidak mungkin semuanya dapat, jumlah madrasah diniyah ratusan, belum semuanya bisa kami bantu,” katanya usai menghadiri kegiatan Pelepasan Kepala Kemenag Kota Serang di Aula Kemenag Kota Serang di Ciwaru, Kota Serang, Senin (7/11/2016).

Ia mengaku, dari sekitar 250 MDA di Kota Serang hanya 10 Madrasah yang berhak menerima bantuan dengan jumlah Rp. 5.000.000 setiap tahunnya. Menurut Suaidi, persaingan untuk mendapat bantuan tersebut juga ketat minimal MDA itu harus memenuhi persyaratan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang baik, memiliki siswa yang banyak, dan telah memiliki ijin operasional.

“Sebenanya, setiap tahun kita memprogramkan tapi lagi -lagi berbetnuran dengan regulasi, kalau tahun 2011 dan 2012 selalu muncul anggaran bantuan untuk madrasah diniyah, sekarang tidak pernah muncul,” ujarnya.

Senada dikatakan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten, Bazari Syam. Menurutnya, bantuan MDA telah diputuskan di Pemerintah Kota Serang tinggal melakukan pendekatan pendekatan oleh pihak Kemenag Kota Serang. Ia menilai, jika sering dilakukan pendekatan, pasti ada bantuan untuk MDA tersebut.

“Saya kira kedepan bisa dilakukan, kalau di kota kan gaji untuk guru MDA  sudah tinggi yakni di angka Rp. 250. 000-an, kalau ada MDA yang belum tersentuh Kemenag atau Pemkot  pastinya itu yang belum terdaftar, kalau sudah terdaftar, secara otomatis dia punya hak yang sama dengan diniyah lain,” ucapnya.

Ia menuturkan, anggaran bantuan untuk MDA adanya di Pemerintah Daerah dan memang, ujar dia, nominalnya belum besar. Ia mengaku, hal itu berdasarkan peraturan daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2010 dan peraturan Walikota Serang Nomor 17 tahun 2013 tentang wajib Belajar pendidikan Diniyah Takmiliyah. Menurutnya, kedua peraturan tersebut sudah mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2015/2016 lalu.