Mahasiswa asal Banten di Bandung saat menggalang dana.

BANDUNG – Mahasiswa asal Banten di Bandung menggelar doa brasama dan penggalangan dana untuk korban banjir di Anyer dan Carita. Bencana itu menjadi luka bagi putra daerah Banten. Jarak bukan alasan untuk menutup mata terhadap segala sesuatu yang terjadi di tanah kelahirannya.

Mahasiswa asal Banten di Bandung dari organisasi Keluarga Mahasiswa Tirtayasa, Keluarga Mahasiswa Banten, Keluarga Mahasiswa Cilegon, Ikatan Keluarga Mahasiswa Banten, Keluarga Mahasiswa Lebak, dan Keluarga Mahasiswa Pandeglang, bersatu menggelar penggalangan dana dan bantuan lain di Jala Ir H. Djuanda/Dago, Jalan Merdeka, dan Jalan Tamansari. Mereka juga membuka posko bencana sementara untuk menghimpun segala bentuk bantuan yang kemudian akan didistribusikan ke lokasi bencana.

“Kami akan menggalang dana selama tiga hari. Hari ini (Rabu), Kamis, dan Jumat. Hari Sabtu kami akan berangkat ke lokasi untuk menyalurkan bantuan yang terhimpun di sini,” kata Thery, Ketua Keluarga Mahasiswa Lebak Perwakilan Bandung, melalui rilis yang diterima Radar Banten Online, Kamis (28/7).

“Bagi kami, jarak bukan alasan untuk melupakan tanah kelahiran. Rumah kami di sana (Banten), keluarga kami di sana. Kami tidak akan tinggal diam saja ketika rumah kami sedang terluka” sambung Thery.

Rencananya, aksi peduli bencana ini akan ditutup oleh acara doa bersama yang akan dilaksanakan hari Sabtu yang akan datang, sekaligus menjadi hari pemberangkatan tiap-tiap perwakilan mahasiswa ke Carita dan Anyer. (Fauzan Dardiri)