Mahasiswa Jadi Bandar Ganja di Tangerang

0
103

SERANG – SM, mahasiswa asal Bandung, Jawa Barat, diketahui menjadi bandar ganja di Tangerang, Provinsi Banten. Hal tersebut terungkap setelah Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten mengamankan empat rekannya yaitu TS, II, ES, dan HS.

Tersangka TS berperan sebagai penerima paket, II seorang montir Vespa berperan sebagai pemilik rumah tujuan alamat pengiriman paket ganja, ES berperan sebagai pembeli ganja di Medan dan mengirim ke Tangerang, dan HS seorang karyawan cafe berperan sebagai orang yang membantu memindahkan paket ganja dari Tangerang ke Bandung.

Kepala BNNP Banten Brigjen Pol Nurochman menjelaskan, sebelum mengamankan keempat tersangka, petugas BNNP Banten mendapatkan informasi adanya pengiriman narkotika jenis ganja melalui jasa pengiriman dari Medan menuju sebuah rumah di Jl Beo 2 Nomor 43 Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang diketahui milik salah satu tersangka, II.

“Selanjutnya pada hari Minggu (10/9) sekira jam 15.00 WIB petugas mengamankan salah satu tersangka, TS di depan rumah milik II setelah menerima paket tersebut,” ujar Nurochman dalam kesempatan pemusnahan ganja di kantor BNNP Banten, Jumat (6/10).

Pukul 21.00 petugas melakukan pengembangan dengan menangkap HS di area parkir Mall Tang City sebagai orang yang membantu memindahkan paket ganja dari Tangerang ke Bandung, dengan memberikan uang sebesar Rp 500 ribu untuk diserahkan kepada TS sebagai ongkos pengiriman paket ganja dari Tangerang ke Bandung.

Selanjutnya pada tanggal 11 September sekira pukul 01.00. Di daerah Meruya petugas BNNP Banten menangkap II. Di hari yang sama, sekira pukul 17.00 di depan bengkel Vespa di Ruko Pondok Permai Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang petugas mengamankan ES yang orang yang berperan mengirimkan ganja tersebut dari Medan.

“Keempatnya dibawa ke Kantor BNNP Banten untuk ditindaklanjuti,” kata Nurochman seraya menjelaskan adapun SM sampai saat ini masih buron.

Bersama keempat tersangka, petugas mengamankan satu buah kardus warna cokelat dengan kertas paket jasa pengiriman di atasnya yang berisikan tiga buah tupperware yang berisi ganja seberat 3.200 gram.

Dengan rincian di tupperware berwarna ungu terdapat ganja seberat 1.900 gram, warna oranye ganja seberat 1.100 gram, dan warna hijau seberat 200 gram.

Selanjutnya, satu buah jas hujan warna biru, satu buah kursi lipat, satu set nesting, satu buah kompor camping, tiga pak papir dan dan satu unit handphone.

“Ini pengakuan dari pelaku pengiriman ketiga atau empat kali, ini barang terakhir, berarti sudah ada barang yang lolos,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)