Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Sudirman 30 saat unjuk rasa di depan kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat (12/1).

SERANG – Delapan bulan masa pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Wahidin Halim (WH) – Andhika Hazrumy dikritisi sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 (KMS 30).

Sejak dilantiknya WH-Andhika hingga saat ini, dinilai tidak ada perubahan berarti. Masih banyak hal yang dianggap mahasiswa cenderung abu-abu.

Mereka mengutarakan aspirasinya secara langsung dengan berorasi di depan Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Jalan Jendral Soedirman, Ciceri, Kota Serang sekira 14.00 WIB, Jumat (12/1).

Koordinator Komunitas Soedirman 30 UIN SMH Banten Faqih Hilmi mengatakan, WH – Andhika bersikap abu-abu dalam pemberantasan korupsi. Seperti kasus korupsi yang dilakukan direktur RSUD Banten. 

Selain itu, KMS menilai WH-Andhika tidak tegas dalam menyikapi Sekda Banten Ranta Soeharta yang gencar dalam pencalonan dipemilihan Kota Serang. Hal itu telah melanggar UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kemudian, ketimpangan di Banten masih banyak terjadi. Menurut Faqih, tingkat kemiskinan di Provinsi Banten meningkat pada September 2017 dari 675,04 ribu jiwa menjadi 699,85 ribu jiwa, naik 24,79 ribu jiwa. Angka putus sekolah di Banten pada 2017 mencapai 7.783 anak didik.

“Tingkat sekolah dasar mencapai 2.669 anak, SMP 1.727 anak, SMA 2.234 anak dan SMK mencapai 3.153 anak,” kata dia saat demo, di depan UIN SMH Banten, Ciceri, Kota Serang, Jumat (12/1).

Untuk itu, mereka menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim – Andhika Hazrumy untuk berantas angka putus sekolah, kemiskinan dan pengangguran di Banten.

“Pemerintah harus mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan, kesejahteraan guru honorer, maksimalkan anggaran pendidikan 20 persen dan kesehatan gratis untuk rakyat miskin di Banten,” paparnya.

KMS juga menuntut agar segera menggratiskan kesehatan dan pendidikan SLTA di Provinsi Banten. “Kita juga menuntut agar mewujudkan clean and good government di Banten,” terangnya.  (Anton Sitompul/antonsutompul1504@gmail.com).

BAGIKAN