LEBAK – Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) menilai pemerintah tidak transparan terhadap naiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Seolah-olah pemerintah tutup mata dan tidak pro rakyat.

Hal tersebut dikatakan korlap Imam saat menggelar unjuk rasa yang bertempat di Gedung DPRD Lebak, Rabu (28/2).

“Ya harga BBM semakin merangkak naik, namun kenaikan tersebut pemerintah seakan tidak transparan,” kata Imam.

Untuk masyarakat menengah ke bawah membeli BBM khususnya premium cukup sulit. Memang benar, sesuai dengan Perper 191/2014 tentang kenaikan bahan bakar non subsidi sesuai harga pasaran, namun kebijakan dalam kenaikan BBM tersebut dinilai tidak transparan.

“Kita harap harga bbm yang melambung tinggi dapat stabil, karena kami nilai harga bbm yang terus-menerus mengalami kenaikan dapat menyengsarakan rakyat,” ujarnya.

“Kami harap pemerintah Kabupaten Lebak dapat mengembalikan kembali haraga BBM,” tegasnya. (Omat/twokhe@gmail.com).