Mahasiswa Soroti Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Remaja Baduy

0
104

LEBAK – Ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Puteri (Kopri) Siti Diana mengatakan, PMII Cabang Lebak bersama Kopri prihatin dengan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Lebak. Bahkan, kejadian memilukan terjadi beberapa hari lalu, remaja putri di Baduy tewas mengenaskan setelah diperkosa dan dibunuh.

“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup banyak terjadi di Lebak. Kondisi tersebut membuat Lebak darurat kekerasan terhadap perempuan,” jelas Siti Diana, Senin (2/9).

Untuk itu, dia meminta Bupati Iti Octavia Jayabaya mencopot Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tajudin Yamin dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Rusito. Kedua pejabat daerah tersebut dinilai tidak mampu dalam melindungi hak-hak anak dan perempuan di Lebak. Mereka juga mempertanyakan penghargaan yang diterima Bupati, yakni terkait kabupaten layak anak (KLA).

“Penghargaan tersebut enggak layak diberikan kepada Pemkab Lebak, karena di Bumi Multatuli masih terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya, kekerasan seksual yang berujung pembunuhan kepada remaja di Baduy,” paparnya.

Mereka berharap aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang menimpa remaja Baduy Luar.  Dia ingin pelaku pemerkosaan dan pembunuhan dihukum berat agar memberikan efek jera terhadap pelakunya.

“Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan harus dicegah, karena itu kami minta pemerintah tidak tinggal diam,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi mahasiswa PMII berakhir ricuh. Aparat penegak hukum terlibat bentrok fisik dengan mahasiswa yang memaksa masuk ke gedung Dewan. (Mastur)