Mahasiswa UIN Ciputat Juara Debat Mahkamah Konstitusi

0
1.273 views

TANGERANG – UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat patut berbangga. Sebanyak tiga mahasiswanya telah mengharumkan kampus. Mereka menjuarai debat konstitusi yang digelar Komisi Informasi Pusat (KIP) tahun 2016.

Debat itu tak akan lupa dari ingatan Hamalatul Qur’ani, Teguh Triesna Dewa dan Abdulatif Zaenal. Mereka nyaris gagal bertanding lantaran dana bantuan kampus belum cair.

Saat itu mereka akan berangkat ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengikuti debat tingkat regional yang digelar Mahkamah Konstitusi. Di tingkat regional itu ada 147 kampus mengikuti lomba debat. Selanjutnya di antara mereka diadu sehingga menghasilkan delapan kampus. Di tingkat itu Tim Debat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah mampu mengalahkan tim debat UGM dengan skor 5-0. Kemudian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan skor telak 9-0.

Atas keberhasilan di tingkat regional tim debat UIN pun melaju ke final. Lantas saat di final bisa mengalahkan kampus Universitas Diponegoro (Undip) dengan skor 5-2 dan mengalahkan Universitas Andalas (Unand) Padang dengan skor 9-0.

Hamalatul Qur’ani mengatakan, saat di final tema yang didebatkan terkait pro kontra amandemen kelima UUD 1945. UIN berposisi selaku tim kontra dan Unand berposisi selaku tim pro.

”Laga final ini juga dihadiri Ketua MK Arief Hidayat sebagai juri kehormatan,” katanya, Jumat (28/7).

Hamalatul Qur’ani juga meraih juara satu sebagai best speaker. Adapun untuk juara ketiga dan keempat masing masing diraih Undip dan Universitas Jember.

Gadis kelahiran Kota Solok, 17 April 1995, Sumatera Barat, ini menjalani aktivitasnya dengan banyak belajar dan bergaul bersama lingkungan. Bahkan ia tinggal di kos-kosan di bilangan Ci- putat, Tangerang Selatan. Tinggal jauh dari orang tua dan menjalani hidup sederhana ini demi menuntut ilmu.

Ia mengungkapkan, saat akan dilakukan pertandingan debat waktu sebelumnya banyak dihabiskan untuk membaca dan riset tentang mosi-mosi yang akan dipertandingan. Ini supaya terbiasa saat menyampaikan pendapat nanti.

Sementara pasca meraih juara saat ini terus memotivasi dan membimbing para juniornya di Moot Court Community. Di sini merupakan wadah untuk belajar. ”Mereka harus banyak latihan dan belajar supaya memiliki kualitas,” kata gadis yang saat ini kuliah di semester 9 UIN.

Anggota tim debat lainnya, Abdullatif Zaenal mengatakan, dirinya sering mengikuti lomba debat hukum tingkat nasional yang diselenggarakan universitas ternama. Tapi belum pernah meraih kemenangan.

”Tapi pada akhirnya saya bisa meraih kemenangan di tingkat nasional. Memang kekalahan demi kekalahan saya rasakan sehingga menjadi motivasi juga,” katanya.

Sementara, Teguh Tresna Dewa saking cintanya dunia debat, rela mengambil dua jurusan dalam kuliahnya di Ilmu Hukum. Jurusan yang diambil Perbandi- ngan Mazab dan Jurusan iImu Hukum di Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Baginya mengambil dua jurusan itu supaya menambah wawasannya. (Iwan Setiawan)