Mahasiswi Akbid La Tansa Tewas Tenggelam

Penyebab Sedang Diteliti

EVAKUASI: Sejumlah anggota Polres Lebak melakukan evakuasi mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro yang menjadi korban tenggelam di bantaran Sungai Ciujung, Kampung Baturambang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. FOTO: MASTUR/RADAR BANTEN

CIBADAK – Ayu Oktaviani (19), mahasiswi Akademi Kebidanan (Akbid) La Tansa Mashiro semester IV yang dilaporkan hilang pada Rabu (22/3), ditemukan mengambang di Sungai Ciujung, Jumat (24/3) sekira pukul 09.00 WIB. Jasad korban ditemukan oleh penambang pasir di aliran sungai tersebut, Kampung Batu Rambang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.

Berdasarkan laporan penambang pasir itu, polisi langsung turun ke lokasi. Jasad Ayu pun kemudian dibawa ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung, setelah itu dilanjutkan ke RSUD Dradjat Prawiranegara, Serang, untuk diautopsi.

Diketahui, Jumat (24/3) pagi, masyarakat Kampung Batu Rambang, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan tersebut. Warga dan penambang pasir kemudian mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke bantaran sungai yang tidak jauh dari Jembatan Salahaur.

Polisi kemudian melakukan identifikasi jasad wanita yang menggunakan baju hitam dan celana putih tersebut. Setelah proses identifikasi, polisi pun membawa jasad wanita tersebut ke RSUD Adjidarmo.

Ketua Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro Soleh Rosyad mengaku telah menerima laporan terkait penemuan mayat yang diduga mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro. Mahasiswi tersebut beberapa hari lalu meninggalkan asrama dan setelah itu tidak ada komunikasi dengan pihak kampus maupun orangtuanya. Namun, Soleh mengaku belum tahu identitas mahasiswi tersebut. “Persoalan ini sekarang sedang ditangani pihak kepolisian. Kita serahkan semuanya kepada polisi,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Lebak Ajun Komisaris (AKP) Zamrul Aini membenarkan adanya penemuan mayat wanita oleh penambang pasir di Sungai Ciujung. Mayat tersebut sudah membengkak dan telah dievakuasi ke RSUD Adjidarmo. Polisi pun sudah membawa jasad mahasiswi akbid tersebut ke rumah sakit di Serang untuk diautopsi. “Kita belum tahu penyebab kematian wanita tersebut. Karenanya, kita akan lakukan autopsi terlebih dahulu di rumah sakit di Serang,” katanya.

Mantan Kapolsek Kopo itu mengatakan, pihak keluarga Ayu sedang dimintai keterangan oleh Polsek Cibadak. Karenanya, Zamrul belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait penemuan mayat mahasiswi Akbid La Tansa Mashiro. “Kalau keluarganya sedang diperiksa Polsek Cibadak,” ungkapnya.

Sementara itu, Yuyun, orangtua korban tenggelam Ayu Oktaviani mengaku, telah hilang kontak dengan anaknya sejak Rabu (22/3). Warga Kampung Jaura, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, ini menerangkan, sejak Ayu keluar dari asrama Akbid La Tansa Mashiro, sudah tidak berkomunikasi lagi. “Karenanya, saya berinisiatif untuk melihat jasad wanita yang ditemukan di Sungai Ciujung. Dari ciri-ciri badan dan pakaian yang digunakan wanita itu, saya yakin dia (korban-red) merupakan anak saya yang hilang,” katanya. (Mastur/Radar Banten)