Mahasiswi Cilegon membagikan selebaran tentang kasis kekerasan pada perempuan.

CILEGON – Puluhan mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Cilegon menyoroti tingginya kasus kekerasan pada perempuan saat demonstrasi memperingati Hari Perempuan Internasional di landmark Kota Cilegon, Kamis (21/3).

Koordinator aksi Uun Kurniati menjelaskan, di Kota Cilegon angka kasus
kekerasan terhadap perempuan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan
seksual selalu meningkat dan sangat tinggi. Di tahun 2015, terjadi sebanyak 81 kasus, tahun 2016 ada 109 kasus, dan tahun 2017 hingga 122 kasus.

Di level nasional pun kasus serupa menurut kajian mahasiswa sangat
tinggi. Berdasarkan data yang bersumber dari Komnas Perempuan, di
tahun 2015 terjadi 321.572 kasus, 2016 sebanyak 259.150 kasus, dan
tahun 2017 348.446 kasus.

Mahasiswi menilai angka-angka itu jauh lebih sedikit dibandingkan
peristiwa yang terjadi karena masih banyak perempuan yang menjadi
korban tidak mampu dan tidak berani melaporkan perlakuan tersebut
kepada pihak kepolisian maupun pemerintah.

“Kami menuntut penegak hukum untuk menindak tegas pelaku kejahatan
pada perempuan dan anak. Kami juga mengajak masyarakat untuk
meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kejahatan,” ujar
mahasiswi Sekolah Tinggi Analis Kimia Kota Cilegon tersebut di sela-sela aksi. (Bayu Mulyana)