SERANG – Seratusan mahasiswa Banten melakukan unjuk rasa menyambut anggota DPRD Banten periode 2019-2024 yang dilantik, Senin (2/9).

Dalam orasinya, mahasiswa menuntut anggota Dewan yang baru untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Banten, bukan memperjuangkan aspirasi parpolnya masing-masing.

Pantauan Radar Banten, ada dua gelombang aksi mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Banten. Gelombang pertama puluhan aktivis Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Serang dan Komunitas Sudirman 30 tiba di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) sekira pukul 09.30 WIB. Gelombang kedua aliansi mahasiswa Cipayung plus (HMI, GMNI, KAMMI, IMM dan PMII) tiba di gedung Dewan sekira pukul 10.00 WIB.

Kedatangan mahasiswa langsung mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk utama Gedung DPRD Banten. Mahasiswa pun terpaksa menggelar orasi di luar pintu gerbang.

Sementara di dalam Gedung DPRD Banten, rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Banten periode 2019-2024 dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Sekda Banten Al Muktabar, Ketua Pengadilan Tinggi Banten, Bupati Serang, dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se- Banten serta tamu undangan lainnya.

Rapat paripurna istimewa dibuka oleh Ketua DPRD Banten periode 2014-2019 Asep Rahmatullah didampingi empat Wakil Ketua Dewan Ali Zamroni, Adde Rosi, Nuraeni dan Muflikhah.

Sebelum palu sidang diserahkan kepada Ketua Dewan Sementara Andra Soni (Gerindra) dan Wakil Ketua Dewan Sementara Muhlis (PDIP), rapat paripurna sempat dikejutkan oleh aksi aktivis Kumala yang melempar selebaran kertas dari lantai dua ruang paripurna.

Kericuhan sempat terjadi saat petugas keamanan DPRD Banten (Pamdal) mengamankan aktivis Kumala yang menerobos masuk ke ruang paripurna. Usai mengamankan aktivis Kumala keluar ruang paripurna, prosesi pelantikan dewan baru kemudian dilanjutkan.

Sekira pukul 12.10 WIB, pengucapan sumpah/janji selesai. Ketua Sementara DPRD Banten Andra Soni dan Wakilnya, Muhlis, bersedia menemui para mahasiswa yg melakukan unjuk rasa.

Di hadapan mahasiswa, Andra Soni berjanji siap memperjuangkan aspirasi mahasiswa sesuai kewenangan yang dimiliki DPRD Banten. “Kami siap mengabdikan diri membangun Banten sesuai tugas, pokok dan fungsi DPRD Banten. Silakan mahasiswa mengawal tugas-tugas dewan,” katanya.

Andra menambahkan, kekhawatiran mahasiswa cukup beralasan sehingga menjadi dorongan bagi Dewan baru untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. “Kami siap melanjutkan pembahasan raperda yang tidak selesai oleh dewan lama,” tegas Andra.

Wakil Ketua Sementara DPRD Banten Muhlis usai menemui mahasiswa kepada wartawan mengatakan, 85 anggota DPRD Banten yang baru dilantik akan segera membentuk alat kelengkapan dewan (AKD), sehingga bisa bekerja seperti yang diharapkan mahasiswa dan masyarakat Banten. “Insya Allah semuanya siap mengemban amanah rakyat, sesuai sumpah/janji yang telah diucapkan. Kami sebagai pimpinan dewan sementara bertugas mengantarkan aspirasi ini hingga terbentuknya alat kelengkapan dewan definitif,” tutur Muhlis. (Deni S)