Majelis A’la Minta PPP Rangkul Kelompok Islam

0
1.696 views

TANGERANG – Muktamar ke-IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Makasar, dilakukan secara virtual dan dibagi di beberapa daerah yang ada di Indonesia. Salah satunya zona 4 yang meliputi Banten, Lampung, Kalimantan Barat di Hotel Horison, Kebon Nanas, Jumat (18/12).

Muktamar tersebut dibuka langsung oleh Presiden Jokowi dan juga Plt Ketum PPP Suharso Manoarfa. Untuk zona 4 dihadiri Majelis A’la yakni Bachtiar Chamsah dan Zarkasih Noor yang langsung duduk bersama dengan para kader PPP untuk mendengarkan langsung amanah presiden dan Plt Ketum DPP PPP.

Menurut, Bahtiar Chamsah, saat ini PPP terkesan meninggalkan Umat Islam. Akibatnya suara PPP dari pemilu ke pemilu semakin terkoreksi. Untuk menaikan kembali suara PPP secara nasional, PPP harus kembali meyakinkan kelompok-kelompok Islam bahwa PPP adalah rumah besarnya Umat Islam.

“Umat Islam di Indonesia ini paling besar dan tidak bisa dibantah. Dan Islam itu adalah Rahmatan Lilalamiin. Jadi, PPP harus mampu membawa umat Islam mencapai cita-cita bangsa,” ujarnya usai menghadiri Mukhtamar PPP.

Ia menjelaskan, untuk pemimpin baru PPP ke depan harus bisa merangkul kelompok Islam. Karena selama ini PPP Kegiatan DPP-nya ada kesan menjauh dari kelompok Islam. Kalau itu dilakukan terus, maka akan semakin kecil. Jika
DPP merangkul kelompok Islam maka akan bisa besar.

“Jadi kepemimpinan PPP ke depan bisa terus membesarkan partai sesuai dengan cita-cita partai, kalau tidak dijalankan maka bisa jadi PPP akan kecil, karena seharusnya PPP ini bisa merangkul kelompok Islam,” paparnya.

Sementara itu, Zarkasih Noor yang juga majelis A’la menegaskan, Indonesia adalah negara dengan keberagaman. Meski, beragam PPP harus mampu mempersatukan semuanya demi bangsa dan negara Indonesia. Oleh karenanya PPP harus mampu mendengarkan seluruh aspirasi bangs. Bukan, hanya aspirasi Umat Islam. Karena, keberadaan partai salah satunya adalah mensejahterakan seluruh bangsa.

“Dengan pemerintah, PPP sederhana saja. Kalau benar kita perkuat kalau salah kita perbaiki. Di satu saat kita mendukung di satu satu saat kita menolak,” tukasnya seraya berpesan kepada Ketum PPP yang baru nanti, agar menjadi partai yang mampu bermanfaat dan berguna bagi bangsa.

“Partai PPP harus mampu membawa kesejahteraan bagi semua komponen bangsa. Kalau itu mampu dilakukan saya yakin PPP akan kembali menjadi partai yang besar,” tutupnya. (ran/asp)