SERANG – Pengembangan metode membaca Alquran tak hanya dilakukan di pesantren. Di majelis taklim Almuhajirin, kompleks KHI, Kramatwatu, Kabupaten Serang, ternyata juga dilakukan. Komunitas pengajian ini fokus untuk mendidik warga dalam membaca Alquran dan seninya.

Pimpinan majelis taklim Almuhajirin Lasmili mengatakan, ada beberapa program yang mereka lakukan. Mulai dari program bimbingan membaca Alquran sampai ke seni membaca Alquran. “Kegiatan bulanan kita lakukan untuk grup pengajian KHI, Pejaten Mas, Bukit Kawi dan Tunggul Jaya,” ujar Lasmili menyebut beberapa kompleks perumahan di Kramatwatu dan sekitarnya.

Dalam program ini, para pengajar dari majelis taklim membimbing jamaah untuk mahir membaca Alquran. Selain itu, para jamaah juga diberikan keterampilan membaca Alquran dengan seni bacaannya.

“Setiap kelompok jadwalnya seminggu sekali, belajar di mushala Al-Muhajirin komplek KHI,” imbuh Lasmili.

Lasmili melanjutkan, ketekunannya dalam menjalankan majelis taklim itu karena tertarik dengan lagu-lagu membaca Alquran. Menurutnya, seni membaca Alquran bergam dan mudah dipelajari.

“Ibu tertarik dengan metode yang mudah dan simpel serta menyenangkan. Mudah dicerna, simpel dipelajari,” katanya.

Selain itu, mengajarkan baca tulis Alquran dan seninya juga dilakukan untuk membuat jamaah betah belajar agama Islam. Sebab, kata dia, dengan seni membaca, belajar menjadi lebih menyenangkan. “Bisa membaca Alquran dengan baik dan benar, juga bisa seninya. Selama ini kan, banyak pengajian yang monoton, Yasinan saja,” ujarnya.

Di tempat sama, Ketua pengajian kompleks KHI Darwati Nizar menambahkan, menuntut ilmu agama Islam, seperti membaca alquran tak sulit. Apalagi, dilakukan dengan cara yang berkesenian. “Mempelajari Alquran itu mudah asal ada kemauan dan pembimbing,” ujarnya. (fan)