Makam Gajah Barong Bakal Jadi Destinasi Wisata

Kasi Pemerintahan Desa Cileles Yadi Supriyadi (kiri) dan kuncen Makam Keramat Gajah Barong Nurdin Purwanto di pelataran makam Gajah Barong di Kampung Munjul, Selasa (19/3).

       TANGERANG – Makam Gajah Barong di Kampung Munjul, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa. Seperti makam yang dikeramatkan di desa lain di Kabupaten Tangerang, Pemerintah Desa Cileles juga berencana menjadikan makam Gajah Barong sebagai destinasi wisata religi. Pemerintah desa berharap, rencananya itu bisa terelisasi tahun ini.

       Kaur Pemerintahan Desa Cileles Yadi Supriyadi menuturkan sedikit riwayat Gajah Barong. Ia menyebutkan, Gajah Barong merupakan salah satu pengawal Maulana Hasanuddin.

       Soal rencana Pemerintah Desa Cileles menjadikannya destinasi wisata religi, menurut Yadi, karena makam tersebut cukup terkenal di sebagian masyarakat, khususnya pencinta ziarah. Bahkan, ia menyebutkan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah berziarah di makam keramat itu.  

       ”Kapolri pernah ziarah ke makam Gajah Barong. Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif apalagi, kurang lebih sudah dua kali ke makam itu. Makanya, kami Pemerintah Desa Cileles, pengen makam itu dijadikan destinasi wisata, diperbaiki jalannya. Kita bisa buat parkiran, lalu ada pedagang juga,” ujar pria yang akrab disapa Emil kepada Tim Saba Desa Radar Banten, Selasa (19/3). 

       Rencana ini, diakui Yadi, masih terkendala oleh status kepemilikan lahan jalan akses makam Gajah Barong berada. Jalan tersebut milik perusahaan di dekat makam.

       ”Tanahnya kan punya PT (Perseroan Terbatas-red). Jadi, kami masih belum ketemu soal negosiasinya. Ya, kami berharap, pembangunan sarana wisata ziarah ini bisa segera terealisasi,” ujarnya.

Tim Saba Desa Radar Banten sempat mengunjungi makam Gajah Barong. Di makam ini sudah ada pendopo dan tempat air wudu untuk peziarah. Cuma, akses menuju makam ini yang belum dibangun. Masih berupa jalan tanah.

       Nurdin Purwanto (63), Juru Kunci Makam Keramat Gajah Barong, belum mengetahui silsilah keluarga Gajah Barong. Menjadi pengawal pribadi Maulana Hasanuddin, lanjutnya, masih berdasarkan cerita turun-temurun di masyarakat di sekitar makam. ”Kalau cerita dari nenek moyang dulu mah, Ki Gajah Barong ini pengawal Sultan Hasanuddin Banten,” ujar Nurdin.

       Nama Gajah Barong, lanjut Nurdin, tercatat dalam buku inventarisasi dan dokumentasi data seni budaya Kabupaten Tangerang yang diterbitkan oleh Disporabudpar Kabupaten Tangerang pada 2014.

”Makam ini memiliki sumur tua yang dipercaya bisa memberikan keberkahan. Sumur itu di belakang makam keramat Gajah Barong. Tidak pernah kering meskipun musim kemarau,” paparnya. Juru kunci ini menambahkan, sumur tua yang disebut Sumur Penguripan itu dipercaya sebagai tempat Gajah Barong berwudu, minum, dan mandi. (pem/rb/sub)