Makam Nenek Korban Penganiayaan Dibongkar

0
1374

Penganiayaan Berujung Kematian

SERANG – Makam Aminah (88), dibongkar petugas Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr Dradjat Prawiranegara, Kamis (4/2). Jenazah Aminah yang dimakamkan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang itu dibongkar untuk kepentingan autopsi.

“Iya tadi dibongkar untuk proses autopsi. Kami lakukan autopsi untuk mengetahui kondisi luka korban,” kata Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin (4/2).

Aminah diduga tewas usai dianiaya Ruyani (33), cucu kandungnya, Minggu (13/1) lalu. 

Insiden itu terjadi di kebun milik Aminah di Kampung Pagedangan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Sebelumnya, korban yang sedang berkebun melihat cucunya tengah memetik buah nangka. Aminah pun memarahi Ruyani. Kesal, Ruyani mendorong sang nenek ke batang pohon Albasia. Benturan itu membuat gigi Aminah rontok dan tak sadarkan diri.  

Bukannya menolong korban, pelaku justru meninggalkan nenek kandungnya itu di kebun. Tidak lama berselang, seorang warga menemukan korban sudah tidak berdaya. Saat akan dievakuasi, korban telah meninggal dunia.

Warga yang memandikan korban melihat gigi korban rontok, muka lebam pada bagian kepala, dan pelipis telinga sebelah kiri serta bahu terdapat luka memar.

Fakta tersebut disampaikan warga kepada pihak keluarga korban. Tetapi, pihak keluarga tidak langsung membuat laporan polisi. “Saat kejadian tidak dilaporkan kepada kami. Dilaporkan seminggu setelah kejadian,” kata Indra.

Penyelidikan polisi dimulai. Hasilnya, polisi yakin korban tewas akibat penganiayaan. Hasil keterangan sejumlah saksi, kecurigaan mengarah kepada Ruyani.

Ruyani pun diamankan ke Mapolres Serang Kota. Dia mengakui telah menganiaya korban lantaran kesal dimarahi dan dilarang memetik buah nangka. “Gara-gara dimarahi saat ngambil buah nangka, pelaku ini tidak terima dan melakukan itu (penganiayaan-red), ” kata alumnus Akpol 2010 tersebut.

Atas perbuatannya, Ruyani disangka melanggar Pasal 351 ayat (3) KUH Pidana. “Ancaman pidananya paling lama tujuh tahun,” kata Indra. (mg05/nda)