Makanya Jangan Terlalu Akrab dengan Istri Kedua

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Yatni Terlalu Baik

Ibu tiri jahat sudah jelas sesuatu hal yang buruk. Namun ibu tiri baik ternyata tidak pula menjamin jika itu adalah baik. Buktinya pada rumah tangga Yatni (38), nama samaran, posisinya sebagai ibu tiri yang baik membuat Dudik (45), nama samaran suami Yatni, harus berpisah dengan Susi (42), nama samaran istri pertama Dudik. Wah, rumit sekali.

Susi sang istri pertama melayangkan gugatan cerai untuk suaminya. Alasannya kepada Pengadilan Agama, bahwa dirinya tidak tahan dimadu selama lima tahun. Padahal menurut Dudik, duduk permasalahannya bukan karena persoalan tidak tahan. Namun Susi terganggu akan sifat Yatni yang terlalu baik.

“Susi merasa terganggu dengan Yatni. Sebab istri kedua saya ini orangnya sangat baik. Sementara Susi orangnya curigaan, tidak mudah percaya sama orang lain,” kata Dudik.

Selain terganggu, Susi juga sedih lantaran anak kandungnya, sebut saja Devi (2), jauh lebih akrab kepada Yatni dibandingkan kepadanya. Gara-gara itu, Susi galau dan merasa telah ditinggalkan orang-orang yang dia cintai. “Sepertinya, Susi cemburu karena saya dan Yatni sering main dengan Devi. Makanya dia menjadi sedih dan mengajukan cerai,” ujar Dudik.

Susi, kata pria yang berprofesi sebagai pedagang ini, memang keberatan dengan rumah tangga poligami. Ia sejak awal menolak dimadu oleh suaminya itu. “Sejak awal Susi memang sinis kepada Yatni. Dia marah karena saya memadu dia,” terangnya.

Padahal, amarah Susi karena dipoligami sempat reda. Namun emosi itu meletup kembali ketika Yatni sangat dekat dengan Devi. “Susi memang emosional orangnya. Tapi saya tidak menyangka kalau dia sampai mengajukan gugatan cerai segala,” tuturnya.

Terkait Yatni sendiri, Dudik mengatakan, sebelumnya adalah teman sejak kecil. Ketika SMP, Yatni sempat berpacaran dengan Dudik. Namun setelah mereka putus, hubungan pertemanan Dudik dan Yatni tidak ikut putus. Mereka menjadi sahabat dan tetap bisa menjalin komunikasi. “Dia itu sahabat saya sejak kecil,” jelas Dudik.

Saat dinikahi, Yatni sudah berstatus janda. Istri keduanya itu bercerai dengan suami pertama lantaran persoalan keturunan. Kata Dudik, Yatni tidak bisa memberikan keturunan alias mandul. Hal ini sudah dipastikan melalui pemeriksaan medis. “Saat rumah tangganya sedang rapuh, Yatni memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya dia menderita kelainan dalam rahimnya. Karena itu Yatni sulit untuk memiliki keturunan,” tuturnya.

Gara-gara hal tersebut, suami pertama Yatni diam-diam mencari jalan alternatif. Sayangnya, bukan dengan cara membawa Yatni ke dokter atau dukun, melainkan mencari perempuan lagi. Pada suatu hari, Yatni menemukan sejumlah bukti perselingkuhan suaminya. Lantaran itu, Yatni melayangkan gugatan cerai dan berakhir menjanda. “Selama persidangan, saya dan teman-teman lain ikut mendampingi Yatni. Kami memberikan dukungan agar Yatni kuat menghadapi sidang perceraiannya itu,” jelas Dudik.

Namun seiring perjalanan, cinta lama bersemi kembali alias CLBK. Dudik yang terus menemani membuat hati Yatni terenyuh. Karenanya, setelah proses perceraian berakhir, kedekatan Dudik dan Yatni semakin erat. Hmmm, padahal waktu itu Yatni tahu kalau Dudik sudah punya istri.

“Yatni tahu saya sudah punya Susi, kan waktu pernikahan saya dia juga datang. Tapi yang namanya hati mana bisa dibohongi, apalagi kami ini sahabat dan dulu pernah pacaran,” tutur Dudik.

2. Sang Anak Kandung Terlalu Dekat dengan Yatni

Seiring waktu, kedekatan Dudik dan Yatni semakin erat. Hingga akhirnya tumbuh hasrat dari Dudik untuk menikahi Yatni. Dudik kemudian mengutarakan niatannya kepada Susi. Namun seperti diketahui sebelumnya, Susi menolak proposal permohonan poligami Dudik.

“Yatni dan Susi sebenarnya sudah dekat. Tapi setelah saya bilang ingin menikah lagi dengannya, Susi jadi marah kepada Yatni,” tuturnya.

Butuh perjuangan besar dari Dudik untuk membujuk Susi agar mau dimadu. Mulai dari memberikan mobil pribadi, mengajak jalan-jalan ke Bali, hingga membelikan sejumlah perhiasan yang dia inginkan. “Waktu itu, apa pun yang diminta Susi langsung saya kabulkan. Sampai saya harus gadaikan toko saya agar bisa membelikan mobil pribadi,” katanya.

Padahal, kata Dudik, niatannya menikahi Yatni adalah demi ibadah. Mengingat Yatni kesulitan dalam hal keturunan, tentu akan membuatnya sulit mendapatkan jodoh. Lambat laun, Susi menjadi luluh. Ia kemudian mengizinkan Dudik untuk menikah kembali.

Nah, setelah menikah, Dudik membawa Yatni tinggal satu atap dengan Susi. Sejak saat itulah Yatni mulai mengakrabkan diri. Mengingat pada dasarnya Yatni dan Susi akrab, tidak membutuhkan waktu lama untuk mencairkan suasana rumah tangga Dudik. Sayang keakraban itu tiba-tiba hancur ketika Devi menjadi sangat sayang kepada Yatni.

Setiap malam Devi ingin ditemani Yatni. Di pagi harinya, si anak juga ingin jalan-jalan dengan Yatni. Selama beberapa tahun, kedekatan Devi dan Yatni semakin lekat. Hal ini membuat Susi cemburu dan takut kehilangan cinta anaknya.

“Dia Devi bisa terlalu akrab dengan Yatni karena saya. Dia bilang saya tidak bisa menegaskan yang mana ibu kandung dan mana ibu tiri. Dengar dia marah-marah begitu, saya jadi kebingungan. Masa hal seperti itu saja harus diperjelas,” tuturnya. (RB/quy/zee)