Maling di Toko Emas Terekam Kamera CCTV

SERANG – Pencurian menimpa seorang pengunjung toko emas di sebuah mal di Kota Serang, Sabtu (10/3). Korban bernama Yanti kehilangan sebuah ponsel pintar saat berbelanja di toko emas Pulau Indah. Aksi pencuri terekam kamera closed-circuit television (CCTV) atau kamera pengintai. “Kejadian kemarin (Sabtu-red). Korban namanya Yanti. Dia pegawai bank. Biasa datang ke sini belanja, konsumen,” kata pegawai toko bernama Susan, Minggu (11/3).

Berdasarkan rekaman kamera pengintai, seorang perempuan berkaus lengan panjang warna abu-abu terlihat berpura-pura melihat perhiasan yang dipajang di etalase toko. Perempuan yang membawa tas hitam dan mengenakan celana jeans hitam serta rambut dikuncir itu dengan cepat mengambil ponsel milik korban. “Sudah diamati Yanti. Hape-nya diambil pas Yanti lagi sibuk memperhatikan perhiasan. Dia (pelaku-red) datangnya dari toko pakaian. Mukanya kelihatan jelas (kamera pengintai-red),” beber Susan.

Setelah ponsel berpindah tangan, korban langsung meninggalkan toko. Korban yang tidak mengetahui ponsel-nya hilang, berusaha mengecek ke mobil. Namun, ponsel korban tidak ditemukan. Korban juga sempat memeriksa rumahnya, tetap tidak ditemukan. “Sempat kembali ke parkiran periksa di mobilnya, tapi tidak ditemukan. Sudah cari di rumahnya, tapi tetap tidak ditemukan,” kata Susan.

Yanti berusaha menghubungi nomor ponsel-nya, tetapi tidak aktif. Korban baru mengetahui ponsel-nya dicuri setelah memeriksa rekaman kamera pengintai milik toko yang berada di Jalan Veteran Nomor 17, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang itu. “Dari situ baru bisa dilihat kalau hape-nya hilang dicuri bukan ketinggalan di rumah,” jelas Susan.

Susan mengaku tidak dapat memastikan apakah korban telah melaporkan kasus pencurian itu ke kepolisian atau belum. “Tidak ada polisi yang datang ke sini. Kalau rekamannya, sudah dihapus karena itu 24 jam sekali dihapus. Tapi, rekaman (pencurian-red) sempat direkam (melalui ponsel-red) dan dikirim ke Yanti,” kata Susan.

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Kanitreskrim Polsek Serang Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi belum dapat dikonfirmasi. Panggilan dan pesan singkat yang dikirimkan Radar Banten tidak direspons. (Merwanda/RBG)