MAN 2 Cilegon Bangun Camp Bahasa Inggris Setinggi Dua Lantai

0
3110

CILEGON – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Cilegon membangun gedung asrama setinggi dua lantai. Gedung itu akan menjadi camp bahasa Inggris bagi siswa.

Gedung tersebut dilengkapi dengan lima kamar dengan kapasitas 12 orang untuk setiap kamar, aula, serta ruang belajar.

Kepala MAN 2 Cilegon Munirudin menjelaskan, program camp Bahasa Inggris diperuntukkan bagi siswa kelas 10. Dimana, sebanyak 60 siswa akan fokus mengikuti program selama tiga bulan.

MAN 2 Kota Cilegon menggaet Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sebagai tutor. Selama mengikuti program itu, siswa tidak akan mengikuti kegiatan belajar mengajar lain.

“Jadi setelah mengikuti program camp Bahasa Inggris, siswa baru mengejar ketertinggalan mata pelajaran,” ujar Munir usai tasyakuran gedung asrama siswa, Minggu (11/4).

Dijelaskan Munir, total murid kelas 10 sebanyak lebih dari 200 orang, karena itu, program camp Bahasa Inggris dilakukan secara bergiliran.

Program ini menurut Munir sebagai jawaban atas kebutuhan dunia kerja terhadap sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan kerja.

“Kita tahu bahasa Inggris pengantar dalam menjalani roda kehidupan, di Kota Cilegon pun banyak berdiri industri dengan skala internasional yang membutuhkan tenaga kerja yang mampu berbahasa Inggris, jadi ini menjawab kebutuhan dunia usaha,” papar Munir.

Kedepan, program di gedung asrama siswa tidak hanya camp Bahasa Inggris, tapi juga program Tahsin Al-Qur’an, dan Tahfidz Al-Qur’an.

“Kita berencana untuk melakukan pengembangan, karena ini awal dan fasilitas masih terbatas, kita fokuskan ke camp Bahasa Inggris dulu, tapi, tetap Tahsin dan Tahfidz juga dijalankan,” ujarnya.

Sekretaris Komite MAN 2 Cilegon Rahmatulloh menjelaskan, gedung asrama siswa MAN 2 Cilegon berdiri di lahan sekira setengah hektar.

Lahan itu merupakan hasil pengadaan oleh komite menggunakan dana infa dan sedekah wali murid.

“Bangunannya kalau tidak salah kurang lebih seluah 2 ribu meter persegi,” ujar Rahmatulloh.

Adapun dana yang digunakan untuk pembangunan gedung bersumber dari program Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Rahmatulloh berharap dengan adanya gedung tersebut diharapkan pembinaan dan pendidikan terhadap siswa di MAN 2 Kota Cilegon semakin maksimal.

“Kami juga berharap kedepan ada kepedulian dari pemerintah kota terhadap madrasah,” ujarnya.

Walikota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi keberadaan gedung asrama siswa MAN 2 Kota Cilegon. Dengan adanya asrama ini diharapkan bisa membentuk generasi emas.

“Ini patut kita syukuri, soal Bahasa Inggris, ini sangat penting, karena bahasa internasional,” ujarnya.

Hal senada diutarakan oleh Kepala Kemenag Kota Cilegon Idris Jamroni menilai keberadaan asrama ini untuk menunjang waktu pembelajaran yang lebih panjang.

“Kami menganggap perlu ada asrama siswa untuk pemantapan, dimana siswa belajar, menyiapkan diri untuk bisa terjun langsung ke masyarakat,” ujarnya.

Idris mengapresiasi langkah MAN 2 Cilegon yang menggaet Kampung Inggris Pare sebagai tutor karena bisa mengejar kompetensi kemampuan bahasa dalam rangka persaingan global.

“Apalagi di Cilegon banyak pemodal asing, yang pasti komunikasinya menggunakan bahasa asing,” ujar Idris. (Bayu Mulyana)