Manajemen PT Siemens Indonesia di Cilegon Terancam Dipidanakan

CILEGON – Sejumlah anggota manajemen PT Siemens Indonesia (PTSI) yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC) terancam dipidanakan. Kasus pidana yang akan menjeratnya ini terkait dari buntut aksi mogok kerja oleh para pekerjanya serta adanya dugaan sejumlah pelanggaran yang terjadi di perusahaan tersebut.

Diungkapkan Penyidik Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Rachmatullah, siang tadi pihaknya telah melakukan proses BAP terhadap dua orang managemen PTSI terkait dengan empat poin perkara pelanggaran yang terjadi.

“Ada empat pelanggaraan. Yaitu tentang pekerja yang mogok kerja dan managemen mencari pengganti pekerja sementara. Adanya petugas keamanan PTSI yang menghalangi tugas dari petugas pengawas ketenagakerjaan Disnaker Cilegon. Lalu keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk posisi yang tidak sesuai dengan transfer pengetahuannya. Serta adanya upaya pemotongan upah karyawan,” ujar Rachmatullah saat ditemui Radar Banten Online di ruang kerjanya, Rabu (29/6/2016).

Lebih lanjut Rchmatullah mengatakan, management PT SI yang nantinya terbukti bersalah akan dikenakan sejumlah sanksi pidana berganda dengan ancamanan hukuman kurungan penjara mulai dari tiga bulan hingga satu tahun.

“BAP hari ini terkait menghalangi petugas pengawas ketenagakerjaan soal mogok kerja. Sesuai UUUD No 3 tahun 1951 tentang pengawasan perburuhan, tentang pelanggaran pidana bisa kurungan tiga bulan dan denda Rp500 juta. Karena ada empat poin pelanggaran, unsur pidananya beragam. Ada juga maksimal satu tahun,” katanya.

Sebelumnya pihak Disnaker Cilegon juga telah melakukan BAP terhadap dua manajement PTSI dengan orang yang berbeda dari pusat dan hingga kini sudah ada 4 orang yang semuanya didampingi oleh pengacaranya masing-masing.

“23 Juni lalu sudah ada dua orang management PTSI pusat yang kita BAP, lalu hari ini 29 Juni ada dua orang manajement PT SI dari Cilegon. Kemudian nanti seusai lebaran ada empat management pusat dan empat management PT SI Cilegon yang juga akan kita panggil. Surat pemanggilan besok sudah akan dilayangkan,” ucapnya. (Riko)