Mantan Asbin Banten Bikin Terobosan di Tanjung Pinang, Bisa Urus Tilang di Kecamatan

0
1220

TANJUNG PINANG – Mantan Asisten Pembinaan (Asbin) Kejaksaan Tinggi Banten, Joko Yuhono, kembali membuat terobosan. Setelah sukses dengan program kepemilikan rumah tanpa uang muka alias DP 0 rupiah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada 2017, kini pria yang menjabat Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, ini kembali mengukir prestasi.

Di tempat tugasnya yang baru, ia membuat terobosan pengurusan dan pembaran tilang tingkat kecamatan. Saat ini, bagi warga kota tersebut yang ingin mengurus tilang, tak perlu bersusah payah lagi ke kantor Kejari. Melainkan, cukup datang ke kantor kecamatan yang ada di Tanjung Pinang.

Untuk jadwal setiap kecamatan pun sudah diatur. “Tidak perlu ngantri di Kejari Tanjung Pinang, sudah bisa di kantor kecamatan. Kalau, Senin Kecamatan Tanjungpinang Barat, Selasa Kecamatan Tanjungpinang Kota, Rabu Kecamatan Bukit Bestari dan Jum’at Kecamatan Tanjungpinang Timur. Dibuka Pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB,” ujar Joko.

Menurut Joko, hal ini dilakukan dalam rangka bersinergi antara Kejari dengan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjung Pinang. Selain itu, kata dia program tersebut juga berguna dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat.

“Yang kedua ingin memberikan pelayanan yang lebih cepat, nyaman dan kemudahan akses, jadi ini karekter dari pelayanan umum yang baik,” terangnya.

Dengan adanya program itu, kata dia, agar tidak terjadi kerumunan di Kejari Tanjung Pinang. Namun, sambung dia Kejari Tanjung Pinang tetap melayani masyarakat dalam pengurusan tilang.

“Kejaksaan menerima juga, tapi ya sebaiknya masyarakat ke Kecamatan saja, mengurus tilang sesuaikan dengan harinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tanjungpinang Barat, Firsandy mengakui menerima baik program Kejari Tanjung Pinang.

Hal itu, lantaran masyarakat Kecamatan Tanjungpinang Barat sebelumnya masih mengantri ke Kejari untuk mengurus tilang.

“Kita sambut baik, karena program ini juga kami tunggu-tunggu karena masyarakat yang ada di kecamatan barat masih ngantri di Kejaksaan. Jadi sekarang langsung ke kecamatan saja, dan aksesnya tidak jauh, dekat semua,” tukasnya.(*)