Mantan Dosen Dituntut 18 Bulan

ilustrasi (foto: istimewa)

SERANG – Deddy Rusdiansyah mantan dosen teknologi informasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten dituntut 18 bulan penjara, Rabu (11/9). Deddy dinilai telah terbukti meretas sistem informasi di UIN SMH Banten hingga membuat situsnya tidak dapat diakses.

Selain tuntutan pidana penjara, Deddy dituntut membayar denda sebesar Rp5 juta subsider tiga bulan kurungan. Deddy dinilai terbukti melanggar Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Tuntutan pidana itu didasarkan atas pertimbangan memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan Deddy telah meresahkan lingkungan lantaran situs UIN SMH Banten tidak dapat diakses. Akibatnya, aktivitas pegawai, dosen dan mahasiswa UIN SMH Banten terganggu.

“Hal meringankan, terdakwa telah mengakui perbuatannya, bersikap sopan di persidangan, dan belum pernah dihukum, serta terdakwa dan UIN SMH Banten sudah berdamai,” kata jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Banten Devy Suryani di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Deddy meretas sistem informasi UIN SMH Banten pada Febuari 2019. Deddy memanfaatkan keahliannya di bidang teknologi informasi dengan masuk ke dalam server secara ilegal.

Atas tuntutan tersebut, Deddy yang didampingi kuasa hukumnya M Yusuf mengaku akan mengajukan nota pembelaan pekan depan. “Sidang ditunda dan dilanjutkan Rabu pekan dengan dengan agenda pembelaan dari kuasa hukum terdakwa. Dengan demikian sidang dinyatakan ditutup,” kata Ketua Majelis Hakim Atep Sopandi. (mg05/nda/ags)