SERANG – Perburuan kursi parlemen di daerah pemilihan Banten bertabur bintang. Selain bakal calon legislatif (bacaleg) petahana, sejumlah mantan kepala daerah juga turun gelanggang dalam bursa perebutan kursi parlemen.

Meski suara pemilih belum bisa dipastikan, majunya mantan-mantan kepala daerah akan menambah panas persaingan pileg. Mereka juga diharapkan bisa mendongkrak suara partai di masing-masing dapilnya.

Mantan gubernur Banten Rano Karno bakal memanaskan persaingan di dapil III (Tangerang Raya). Pria yang mengawali karier politiknya sebagai Wakil Bupati Tangerang ini akan maju menggunakan PDI-P.

Selain Rano, Dimyati juga tercatat sebagai mantan kepala daerah yang tarung di Pileg 2019. Seperti diketahui, mantan bupati Pandeglang ini masih aktif sebagai anggota DPR RI PPP. Namun, untuk Pileg 2019, Dimyati memilih loncat ke PKS dan maju di dapil I Banten (Pandeglang-Lebak).

Seperti pendahulunya, mantan bupati Pandeglang Erwan Kurtubi juga turun gelanggang. Dengan tiket PPP, Erwan bakal berebut kursi parlemen Banten untuk dapil Pandeglang.
Walikota Serang Tb Haerul Jaman juga tidak mau ketinggalan. Meski jabatannya sebagai Walikota Serang berakhir pada Desember 2019, Jaman memilih mundur dan maju sebagai bacaleg Partai Golkar untuk dapil Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Cilegon).

Langkah itu diikuti wakilnya Sulhi. Hanya, orang nomor dua di Kota Serang itu memilih maju sebagai bacaleg Banten dapil Kota Serang menggunakan Perindo.
Sulhi mengaku, sudah mempersiapkan persyaratan untuk maju sebagai bacaleg dari partai Perindo di dapil Kota Serang. Ia tinggal menunggu proses verifikasi dari KPU . “Partai yang saya masuki itu Perindo, partai yang baru mengikuti Pemilu 2019,” katanya saat dihubungi Radar Banten, Selasa (24/7).

Ia memilih Perindo karena sebagai partai baru, ada harapan baru. “Partai sebagai alat, yang bertujuan mengabdi pada negara,” katanya.

Kata dia, tujuannya maju di Pileg 2019 sebagai sarana mengabdi kepada masyarakat melalui parlemen. Bertugas mengawal dan menyalurkan aspirasi masyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Saya pikir kemenangan itu ada di tangan rakyat. Kalau rakyat mempercayakan saya yakin itu kepercayaan rakyat,” katanya.

Disinggung soal mengambil jalan yang sama dengan Walikota Serang Tb Haerul Jaman, Sulhi mengaku suatu kebetulan, Sebelumnya tidak ada pembincaraan khusus terkait pencalonan dirinya di legislatif. “Tidak ada janjian saya dengan Pak Jaman,” cetusnya.

Majunya Jaman juga dibenarkan Sekretaris DPD Partai Golkar Bahrul Ulum. Namun, karena maju untuk DPR RI, pendaftaran Jaman sebagai bacaleg langsung di tingkat DPP. “Iya Pak Jaman maju, tapi semua persyaratannya dilakukan di pusat,” katanya saat melakukan konsultasi bacaleg di KPU belum lama ini.

Dalam beberapa kesempatan Rano Karno membenarkan maju sebagai calon DPR RI. Pemilihan dapil III karena ia memiliki potensi menang di wilayah tersebut. “Waktu Pilgub Banten (2017) kemarin saya di tiga tempat itu unggul. Saya memang lahir di Jakarta. Tapi saya pernah di situ, buat apa saya gambling. Saya ada di Banten dan saya tahu,” ujarnya.

Majunya sebagai bacaleg karena ia ingin memperjuangkan pendidikan dan kebudayaan. “Saya ingin memperjuangkan pendidikan dan kebudayaan anak-anak Indonesia,” kata mantan pemeran utama sinetron Si Doel Anak Sekolah itu.

Sebelumnya, Ketua DPW PKS Banten Miftahudin membenarkan Dimayati maju melalui partai yang dipimpinnya. “Karena Pak Dimyati maju DPR RI, saya kira beliau sudah ada komunikasi dengan DPP,” ujarnya.

Anggota DPRD Banten ini menilai, masuknya Dimyati akan memberi efek positif bagi PKS di dapil I Banten. Sebab, pada tahun sebelumnya PKS tidak memiliki wakil dari dapil tersebut. “Dengan ini kami optimis di Dapil I. Apalagi Pak Dimyati pernah menjadi kepala daerah di situ,” ujarnya. (ken/fdr/ags/rbg)