Decky Febrian

 

Usai menjadi buruh migran di Korea Selatan, Decky Febrian, pemuda asal Kadupandak, kabupaten Pandeglang memilih berwirausaha budidaya jamur tiram. Dengan bermodalkan internet, pria tamatan SMA ini secara otodidak belajar cara budidaya jamur tiram. “Awalnya sih karena bingung mau kerja apa setelah pulang dari Korea. Akhirnya saya coba budidaya jamur tiram. Belajarnya lewat internet,” terang pria 32 tahun ini kepada Radar Banten Online, Jumat (15/1/2015).

Dengan mempekerjakan 9 orang, Decky kini tak hanya budidaya jamur tiram. Usaha yang digelutinya sejak dua tahun lalu itu pun berkembang dengan usaha makanan olahan berbahan dasar jamur tiram. “Sekarang jamur tiramnya saya olah berbagai makanan, seperti keripik, nugget, atau sosis. Pemasarannya sih baru wilayah Pandeglang dan beberapa daerah di Banten,” ujar pemilik makanan olahan berbahan jamur ‘Bosti’ ini.

Tak selamanya usaha yang dilakoni Decky berjalan lancar. Pada masa gagal panen seperti sekarang ini, Decky cukup kesulitan mencari bekatul, salah satu bahan baku untuk budidaya jamur. “Kalau untuk budidaya kendalanya ya di bekatul. Untuk usaha makanan olahan, kendalanya adalah di permodalan karena untuk pengemasan itu lumayan mahal. Selain itu juga kendala di pengembangan pemasaran,” tambahnya.

Walau mengalami banyak kendala, Decky tak putus asa untuk menggeluti usahanya. Ia melakukan berbagai cara untuk memperlebar pangsa pasarnya, termasuk dalam penggunaan media sosial. “Saya juga jualan lewat blog atau Facebook. Saya harap sih ke depan produk saya bisa diterima masyarakat, karena jamur tiram ini makanan yang punya kualitas kesehatan dan harganya terjangkau,” ujarnya. (qizink)