Mantap Maju di Pilkada Kota Cilegon, Iye Siap Dipecat Golkar

Iye Iman Rohiman (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait kemantapannya untuk maju di Pilkada Kota Cilegon 2020, Rabu (9/10).

CILEGON – Politikus senior Iye Iman Rohiman menyatakan telah mantap untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2020 mendatang. Ia mengaku siap menerima konsekuensi apa pun atas sikapnya.

Diketahui, Iye merupakan kader senior DPD Partai Golkar Kota Cilegon. Ia pernah menjabat Wakil Ketua DPD Golkar di era Tb Aat Syafaat. Jabatan terakhirnya di partai tersebut adalah Ketua PK Golkar Ciwandan. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kota Cilegon selama dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014.

Menurut Iye, statusnya sebagai kader Golkar belum berubah. Sampai kemarin, ia belum merasa mundur. Golkar pun, kata dia, belum memutus dirinya sebagai kader. “Saya belum menyatakan mundur,” kata Iye kepada wartawan di salah satu rumah makan, Rabu (9/10). 

Meski DPD Golkar Kota Cilegon sudah bulat mengusung Ratu Ati Marliati sebagai calon walikota, Iye tetap bakal maju sebagai calon walikota. Menyadari langkah politiknya berbeda dengan partai, Iye pun mengaku siap menerima keputusan partai, termasuk pemecatan sekalipun. “Siap konsekuensinya, apa pun itu,” tegas Iye.

Sikap tersebut menurutnya sebagai bentuk keseriusannya maju dalam pesta lima tahunan tersebut. Bagi Iye, maju dalam pilkada merupakan hak setiap warga negara yang mempunyai pemikiran dan gagasan untuk mengubah Kota Cilegon.

Untuk melancarkan langkahnya, Iye saat ini gencar melakukan komunikasi politik. Misalnya dengan mendaftar penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Cilegon dari Partai NasDem. Rencananya, hari ini, Kamis (10/10), pengusaha asal Ciwandan itu akan mendatangi sekretariat PAN Kota Cilegon untuk mengambil formulir penjaringan.

Tak hanya itu, ia pun telah membentuk tim relawan untuk membantunya dalam menjalankan upaya-upaya politik demi bisa mengantongi restu dari parpol-parpol. “Ini baru tim pribadi, belum mencapai tim pemenangan karena belum berpasangan,” ujarnya.

Disinggung terkait posisi yang diincarnya, Iye mengaku belum menetapkan apakah ia akan maju sebagai calon walikota atau calon wakil walikota. Menurutnya, posisi itu baru akan dibahas setelah ia mendapatkan dukungan partai sesuai dengan persyaratan. “Saya tidak menutup diri, di posisi mana pun yang penting bisa berkiprah di Kota Cilegon,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Dulur Haji Iye, Agus Fauzi menuturkan, sejauh ini, langkah tim relawan adalah mendorong dukungan partai politik. Selain itu, menyiapkan struktur relawan di setiap kecamatan dan kelurahan. “Kita sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa kecamatan, sudah terbentuk, namun tahapannya masih kita bicarakan,” tuturnya. Menurutnya, tim relawan itu telah berkomitmen untuk berupaya sekeras mungkin bisa menghantarkan Iye pada pilkada nanti.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris DPD Golkar Kota Cilegon Sutisna Abas menuturkan, pihaknya sejauh ini masih bersikap santai menyikapi serangkaian langkah politik yang dilakukan oleh Haji Iye. “Kita selow saja, pendaftaran saja belum, masih jauh, kita lihat saja nanti,” tutur Sutisna.

Soal pernyataan Haji Iye yang siap dipecat dari keanggotaan Partai Golkar, menurut Sutisna, pihaknya juga belum memikirkan hal tersebut. Ia menilai apa yang diutarakan oleh salah satu kader Golkar yang potensial itu masih bersifat wacana. “Nanti kita lihat, kita bahas bentuk pelanggarannya seperti apa,” tuturnya. (bam-ibm/ags)