Marak Geng Motor, Polisi Bubarkan Kumpulan Pemuda

Ilustrasi

SERANG – Maraknya geng motor membuat aparat kepolisian makin mengintensifkan patroli pada malam hari untuk mencegah tindak kriminalitas. Seperti yang dilakukan polisi pada Minggu (19/5) dini hari di daerah Tasikardi, Kramatwatu, Kabupaten Serang. Puluhan pemuda yang sedang kumpul-kumpul dibubarkan.

Saat operasi berlangsung, puluhan pemuda yang sedang nongkrong di daerah Tasikardi itu langsung kocar-kacir menggunakan sepeda motor. Mereka panik saat didatangi petugas. Saking paniknya, dua pemuda sampai menyebur ke sawah untuk menghindari polisi.

“Saat mengetahui kedatangan kami (polisi-red) ada dua pemuda yang tiarap di sawah di daerah Tasikardi. Keduanya sembunyi karena takut ditangkap,” ujar sumber Radar Banten di Polsek Kramatwatu, Minggu (19/5).

Kedua pemuda yang didapati sembunyi tersebut tidak diamankan. Keduanya lantas diminta untuk segera pulang meninggalkan lokasi. Patroli yang digelar petugas gabungan mulai digelar pukul 01.45 WIB hingga pukul 03.45 WIB. Titik yang menjadi patroli mulai dari kantor Kecamatan Kramatwatu hingga Desa Tonjong yang dekat perbatasan dengan Kecamatan Kasemen, Kota Serang. “Saat operasi berlangsung tidak diamankan senjata tajam (sajam), mereka langsung membubarkan diri (kabur-red),” kata sumber tersebut.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Kramatwatu, Polres Serang Kota, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Suharto mengatakan, patroli merupakan kegiatan rutin di bulan Ramadan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya balap liar, tawuran, dan aksi kriminalitas lain. “Biasa mereka itu anak-anak yang yang lagi kumpul-kumpul,”kata Suharto.

Dalam operasi petugas mengamankan tiga unit motor yang ditinggalkan di pinggir jalan. Motor tersebut sengaja ditinggal oleh para pemiliknya karena panik saat didatangi petugas. “Barang buktinya ada tiga motor. Sekarang masih diamankan di Mapolsek,” ucap Suharto.

Kata dia, patroli dilakukan untuk  menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di bulan Ramadan. Sejak awal hingga memasuki pertengahan Ramadan, kondisi kamtibmas wilayah hukum Polsek Kramatwatu kondusif. “Alhamdulillah sampai sekarang kondusif,” tutur Suharto.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Novri Turangga mengatakan, seluruh kapolres telah diperintahkan untuk menggelar operasi cipta kondisi di wilayah hukum masing-masing untuk memberantas geng motor.  “Sudah diperintahkan kapolres untuk tidak boleh ditangguhkan biar efek jera,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (17/5).  (mg05/alt/ags)