Proses pengerukan sedimen pada saluran air yang tersumbat.

TANGERANG – Curah hujan yang tinggi sejak Selasa (26/2) malam hingga Rabu (17/2) lalu mengakibatkan puluhan rumah warga di Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, terendam air. Lokasi ini terletak 200 meter dari ruas tol Tangerang Merak.

PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak turun tangan dalam meringankan penderitaan warga dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban banjir melalui penyediaan pompa air untuk mempercepat aliran air keluar dari daerah permukiman dan melakukan membersihkan saluran air yang tersumbat oleh sedimen dan sampah.

“Upaya-upaya yang telah dilakukan MMS dimaksud bukan sebagai bentuk pertanggungjawaban melainkan bantuan kemanusiaan. MMS sudah menurunkan pompa air tersebut sejak Rabu malam dan langsung dioperasikan. Pompa MMS tersebut bersifat mobile, tidak permanen, karena ini sifatnya bantuan,” ungkap Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi MMS, melalui siaran pers, Senin (22/2/2016).

Sunarto mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Cibadak, bukan karena jalan tol. MMS sudah membangun saluran air atau drainase sesuai dengan detailed engineering design (DED) yang telah disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), berdasarkan kondisi setempat pada saat itu. Semua air di sepanjang ruas tol selalu dipelihara secara rutin, baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan.

“Sistem drainase yang ada di jalan tol kami hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan atau air yang berasal dari permukaan badan jalan tol. Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol. Kami perhatikan area di sekitar lokasi banjir telah berubah dari rawa sebagai area penampung air menjadi lahan kering karena urugan yang cukup tinggi sehingga daerah tangkapan air berkurang atau bahkan hilang,” katanya.(Fauzan Dardiri)