Ma’ruf Amin Sebut Khilafah Salahi Kesepakatan

Wapres terpilih KH Ma’ruf Amin bersalaman dengan Walikota Serang Syafrudin di sela-sela penutupan Jambore Kebangsaan di Eks Kawasan Kesultanan Banten, Minggu (25/8).

SERANG – Ramaianya isu tentang khilafah kembali menjadi sorotan publik. Konsep tersebut dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan bangsa Indonesia yang telah final.

Sorotan tersebut kembali dilontarkan calon wakil presiden (cawapres) terpilih KH Ma’rut Amin saat menutup Jambore Kebangsaan dan Kebudayaan BEM se-Banten di Kawasan Kesultanan Banten, Minggu (25/8). “Kita bersyukur bangsa ini walaupun majemuk, berdiri dari berbagai agama, suku bangsa, dan ras, tapi bisa dipersatukan dalam wadah kebangsaan oleh pendiri bangsa. Ini satu prestasi luar biasa,” katanya.

Menurutnya, para pendiri bangsa berhasil menyatukan bangsa melalui kesepakatan nasional. Karenanya tugas generasi selanjutnya menjaga dan memelihara keutuhan tersebut dalam bingkai kesepakatan. “Kita tidak boleh melakukan upaya-upaya yang sifatnya mencederai kesepakatan,” cetusnya.

Mantan ketua MUI ini mengatakan, bagi umat Islam memegang teguh kesepakatan menjadi keharusan. Orang itu harus memegang teguh kesepakatan atau perjanjian bahwa negara ini didirikan di atas konsesus atau yang dikenal empat pilar. Yakni, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. “Kita tidak boleh keluar dari bangunan kebangsaan ini. Dakwah Islam boleh asal tidak mencederai kesepakatan,” cetus Ma’ruf.

Meski tidak menyebut secara langsung, Ma’ruf lantas menyinggung soal Hisbut Tahrir yang mengusung ideologi khilafah Islamiah. “Ketika ada isu khilafah maka khilafah tentu menyalahi kesepakatan NKRI,” katanya.

Ia menyebut tidak hanya khilafah yang islami, tapi semua konsep kenegaraan islami. Kendati demikian, bangsa Indonesia telah melakukan kesepakatan tersendiri. “Kenapa khilafah ditolak? Saya bilang tidak ditolak tapi tertolak. Jadi berbeda, kalau ditolak masih bisa masuk, tapi kalau tertolak itu tidak bisa masuk karena menyalahi kesepakatan negara kita,” ujar Ketua Rois Am PBNU ini.

Kata dia, tidak perlu ada ketegangan lagi karena sudah ada kesepakatan dalam naungan NKRI. “Dan Banten harus jadi pelopor untuk menjaga kesatuan negara republik Indonesia,” katanya.

Ma’ruf lantas menyebut tokoh asal Banten yang ikut memperjuangkan Indonesia. Misalnya KH Achmad Khotib dan Brigjend Syam’un. Selain itu, Ma’ruf menyebut Banten sebagai salah satu provinsi yang pernah menjadi pusat peradaban Islam. Ia meminta agar kebudayaan yang ada di Banten terus dikembangkan. “Kita harus jaga dengan melakukan upaya-upaya konservasi budaya. Tidak hanya bertahan di dalam negeri sendiri tapi kita perlu pasarkan agar budaya kita jadi budaya global,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Banten Almuktabar menyatakan, Pemprov Banten terus melakukan pengembangan budaya. Terlebih Banten dahulunya menjadi pusat kebudayaan dunia. “Banten menjadi tempat tujuan, terutama wisata. Dan saya dengan langsung Profesor KH Ma’ruf Amin akan kembangkan wisata religi, tentu kita akan terus dukung,” katanya.

Menurutnya, dalam mendukung pembangunan di pusat, Pemprov juga terus melakukan akselerasi pembangunan. Mulai dari infrastruktur, jaminan pendidikan dan jaminan kesehatan. “Kita akan punya wakil presiden dari Banten. Itu adalah modal sosial kita. Kita minta arahan beliau untuk menjadi guide kerja Banten ke depan,” kata Almuktabar.

Turut hadir Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, Danrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Windiyatno. Lalu, Walikota Serang Syafrudin, Kapolresta Serang AKBP Firman Affandi dan Dandim Serang Letkol Inf Erwin Agung TWA dan sejumlah tamu undangan lainnya. (ken/air/ags)