Ilustrasi.

SERPONG – Hampir dua bulan jadi misteri, penyebab kematian Marvel akhirnya terungkap. Balita berusia 2,7 tahun ini tewas akibat dianiaya. Pelakunya diduga pacar sang ayah berinsial “R”. Kini, polisi telah menetapkan “R” sebagai tersangka.

Misteri itu terungkap dari hasil autopsi Polda Metrojaya. Hasilnya, ada luka parah di bagian kepala Marvel. Diketahui, peristiwa ini terjadi pada 1 Januari 2016 lalu. Saat itu, Ray (ayah kandung Marvel) pulang ke rumah kontrakannya di Pamulang, Kota Tangsel. Ray menemukan sang buah hati dalam kondisi kejang-kejang dan muntah-muntah.

Informasi yang diperoleh Ray dari pacarnya berinisial “R”, Marvel terjatuh dari tangga. R kebetulan masih tetangga kontrakan Ray.
Melihat kondisi tersebut, sang ayah langsung membawa ke rumah sakit. Satu minggu dirawat, Marvel meninggal dunia.

Namun, Ray merasakan ada sesuatu yang janggal dengan kematian anaknya itu. Kemudian melaporkan ke kematian anaknya ke Polsek Pamulang. Belum puas, Ray juga melaporkan ke Polda Metro Jaya, pekan lalu. Penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya kemudian melakukan autopsi jenazah Marvel, Senin (22/2) lalu.

Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan mengatakan pihaknya tidak mengetahui detil kasus tersebut. Sebab, langsung ditangani Polda Metro Jaya. Terlebih adanya pembongkaran makam balita tersebut. “Semua kewenangan ada di Polda Metro Jaya,” ucapnya, saat dihubungi melalui telepon, Jumat (26/2), dilansir koran harian Radar Banten.

Ayi juga membantah pemberitaan adanya penolakan Polsek Pamulang terhadap laporan Ray. “Saya sudah lakukan pengecekan ke Polsek Pamulang. Tidak benar, adanya penolakan,” ujarnya. (RBG)