Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

Ilustrasi

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang resmi memperpanjang masa belajar di rumah bagi para murid mulai dari tingkat SD hingga SMP di wilayah Kota Tangerang. Hal tersebut bahkan sudah dituangkan dalam Surat Edaran V Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang nomor 420/1397- Sekretariat tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia mengatakan, masa belajar di rumah diperpanjang hingga 29 Mei mendatang dan akan kembali normal pada tanggal 2 Juni 2020. “Keputusan ini diambil berdasarkan kondisi terkini penyebaran covid-19 di Indonesia dan Kota Tangerang,” katanya saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Kamis (26/3).

Kata Masyati, pelaksanaan proses layanan pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing dengan sistem daring. “Pembelajaran bisa melalui grup WhatsApp, google classroom, e-learning, dan fasilitas lainnya,” ungkap perempuan yang sempat menjabat Kepala Dinas Sosial ini.

Masyati berharap, peran serta para orangtua dalam membantu proses belajar bagi putra putrinya dari rumah. Pengawasan juga perlu dilakukan agar anak-anak bisa tetap di rumah saja. Selain itu, Pemerintah Kota Tangerang juga mendorong Dinas Pendidikan untuk dapat menyiapkan materi ajar berupa tugas-tugas yang menyenangkan bagi siswa. “Supaya tidak jenuh kalau terlalu banyak tugas,” paparnya.

Kebijakan serupa diterapkan juga oleh Pemkot Tangsel. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel Taryono menyatakan memperpanjang pelaksanaan belajar di rumah hingga 20 Mei 2019. Kebijakan tersebut menindaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 Tanggal 24 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. “Hari Kamis (26/3), kami sudah mengeluarkan surat edaran Nomor 421/1673-Disdikbud memberitahukan memperpanjang masa belajar di rumah hingga 20 Mei mendatang, menyikapi masa darurat Covid-19,” jelasnya

“Keputusan tersebut, sesuai dengan kebijakan pemerintah, kita harus sudah mulai bekerja dari rumah, belajar di rumah, dan ibadah di rumah,” tambahnya.

Pelaksanaan belajar dari rumah diharapkan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.            

Taryono menambahkan, siswa mulai aktif belajar di sekolah pada Juni. Lantaran tanggal 21 hingga 29 Mei merupakan hari libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri. “Jadi, siswa masuk ke sekolahnya bulan Juni mendatang,” terangnya

Selain itu, ujian nasional dibatalkan, kecuali kesetaraan program paket A, B, C proses pelaksanaan selanjutnya akan mengikuti ketentuan dan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Kelulusan sekolah dasar (SD) sederajat dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir. Nilai semester genap kelas akhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan,” ujarnya. ”Petunjuk soal kenaikan kelas dan kelulusan telah diatur sesuai petunjuk teknis atau edaran dari Kepala Dindikbud,” tandasnya.

SISWA SMA/SMK

Kebijakan belajar di rumah bagi siswa SMA dan SMK di Banten bakal berakhir 31 Maret nanti. Kebijakan yang berlaku mulai 16 Maret itu mungkin diperpanjang apabila wabah virus corona atau Covid-19 ini belum mereda. “Pada dasarnya kami mengikuti protokol kesehatan,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten M Yusuf melalui telepon seluler (ponsel), Kamis (26/3).

Kata Yusuf, tujuan para siswa belajar di rumah adalah untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Apabila belum ada tanda-tanda wabah ini mereda maka kegiatan tersebut akan dilanjutkan. “Tentu saja apabila belum normal maka kami akan ikuti protokol kesehatan,” tuturnya.

Ia meminta para orangtua tak perlu khawatir dan resah. Informasi mengenai perpanjangan belajar di rumah, akan langsung dapat diketahui orangtua.

Soalnya, kebijakan ini masih dalam pembahasan. Prinsipnya, Dindikbud akan mengikuti keputusan yang terbaik untuk siswa sesuai dengan tujuannya yaitu untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Selama para siswa belajar di rumah, ia mengaku sudah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk menyemprot disinfektan ke lembaga pendidikan. Apabila belum disemprot oleh petugas BPBD, sekolah juga bisa melakukan penyemprotan mandiri menggunakan anggaran dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Ada edaran dari Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan-red) soal penggunaan dana BOS untuk penyemprotan disinfektan,” ujarnya.

Yusuf mengatakan, selama belajar di rumah, para siswa terutama SMA dan SMK mengikuti pembelajaran kelas maya. Saat ini sudah ada seribu sekolah. “Sebagian besar SMA dan SMK. Ada 20 sekolah SD dan SMP yang ikut juga,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Banten ini.

Pembelajaran kelas maya dinilainya sangat efektif. Kalaupun ada yang gagap teknologi maka dengan sistem ini siswa belajar teknologi.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten M Nizar mengatakan, pihaknya mengikuti protokol kesehatan. “Orangtua, murid, dan guru fokus saja mendorong belajar dari rumah secara daring,” ujarnya.

Kata dia, kalaupun ada perpanjangan kebijakan belajar di rumah, para siswa diminta tidak keluyuran keluar rumah. “Semua akan kami pertimbangkan, sudah ada pedoman edaran dari Mendikbud,” terang Nizar. (one-you-nna/nda/air/ags)