Masa PSBB, Dua Tempat Hiburan Tetap Layani Tamu

Petugas Satpol PP Kota Tangsel mendata tiga wanita pemandu lagu saat razia pada Jumat (15/5) malam. Tempat hiburan itu tetap buka meski sudah ada surat larangan beroperasi saat PSBB.

SERPONG – Tak semua pengelola tempat usaha di Kota Tangsel taat dengan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) covid-19. Salah satunya pengelola Karaoke Matador dan Spa Lemon di bilangan BSD City. Di saat bulan ramadan dan covid-19, kedua tempat usaha itu masih melayani pengunjung. Itu terungkap saat Satpol PP Kota Tangsel menggelar razia Jumat (15/5) malam. Dari lokasi Karaoke Matador ada 11 wanita pemandu lagu kepergok sedang melayani pengunjung. Mereka pun kemudian digelandang ke kantor Satpol PP Kota Tangsel.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan pada Satpol PP Kota Tangsel Muksin Al Fahri mengatakan, tempat usaha tersebut tetap membandel meski sudah ada surat larangan beroperasi. 

Kedua usaha tersebut diberhentikan sementara karena melanggar ketentuan PSBB yang tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 13 Tahun 2020.

“Mereka kita pulangkan kembali kepada orangtua dan memberi teguran dan 11 wanita pemandu lagu semuanya tidak ada yang di bawah umur,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (15/5).

Muksin menambahkan, sebagai tindakan tegas terhadap pelanggar, maka Satpol PP menutup usaha tersebut. “Tempat usaha kita segel, kalau mereka tetap bandel dengan membuka kembali maka sanksi berat tentu menantinya,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama Kota Tangsel minta agar Pemkot menindak tegas pelaku industri kepariwisataan yang melanggar regulasi surat edaran ramadan dan PSBB. Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel Abdul Rojak mengatakan, Pemkot diharapkan jangan main-main dan menutup mata atas kejadian tersebut.

“Kasus pelanggaran serupa selalu terjadi setiap bulan suci ramadan. Makanya pengusaha industri hiburan yang terbukti nakal harus diganjar sanksi tegas dihentikan izin operasionalnya,” ujarnya.

Rojak mengaku sudah berkoordinasi dengan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany agar segera menindak secara tegas kepada pengusaha karaoke Matador yang masih beroperasi. “Ini melanggar aturan surat imbauan ramadhan dan aturan PSBB,” jelasnya. (asp/rbnn)