Masih Berkerumun, Anjing Diturunkan

0
737 views
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon mengevaluasi upaya penanganan Covid-19. Rapat berlangsung di aula DKISS Kota Cilegon, Selasa (14/4).

Pengawasan Diperketat Hingga Lingkungan

CILEGON – Untuk percepatan penanganan wabah Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan memperketat pengawasan aktivitas hingga ke level lingkungan.

Hal tersebut terungkap usai Pemkot Cilegon bersama elemen yang tergabung di dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Cilegon menggelar rapat evaluasi di aula Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Sandi (DKISS) Kota Cilegon, Selasa (14/4).

Pengetatan upaya pengawasan akan dilakukan melalui program Kampung Siaga. Dimana pendataan serta pengecekan suhu tubuh dilakukan terhadap tamu atau masyarakat yang baru datang dari kabupaten kota lain.

“Dengan menyiapkan relawan atau SDM dalam melaksanakan siskamling untuk mengecek dan mendata setiap tamu yang masuk ke lingkungannya dalam 1 x 24 jam,” ujar Edi.

Sebelum kebijakan itu berjalan efektif, Pemkot Cilegon akan melatih seluruh kelurahan yang ada di Kota Cilegon tentang mekanisme dan protap yang harus dilakukan selama pemberlakuan program Kampung Siaga tersebut.

Pelatihan itu dilakukan agar seluruh mekanisme dan protap yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

Edi berharap, dengan diketatkannya pengawasan masyarakat yang keluar masuk ke dalam lingkungan bisa mendorong percepatan penanganan Covid-19.

Kata Edi, sebelum itu, Pemkot Cilegon bersama Gugus Tugas sudah melakukan serangkaian upaya untuk memutuskan rantai penularan Covid-19. Mulai dari mengeluarkan kebijakan social distancing, physical distancing, dan penyemprotan ruang publik menggunakan cairan disinfektan.

Kemudian, secara terus menerus pemerintah pun terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat demi memberikan pemahaman tentang Covid-19. “Saya minta agar selalu memberikan pelaporan oleh perangkat daerah, camat dan lurah secara berkala kepada sekretariat Covid-19 pada setiap aktivitas pelaksanaan pemutusan mata rantai Covid-19 di wilayahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menjelaskan, jika setelah diberlakukannya kampung siaga masyarakat di Kota Cilegon masih banyak yang melanggar aturan baik social distancing, physical distancing, maupun aturann lainnya, kepolisian akan mengerahkan anjing K-9 untuk mendorong hal tersebut.

“Jika dengan kampung siaga dan program lain masyarakat masih berkerumun, langkah terakhir kita laksanakan pengawasan menggunakan anjing K-9, itu sebagai langkah terakhir,” papar Yudhis kepada wartawan.

Ia melanjutkan, anjing tersebut akan dibawa oleh petugas selama patroli pengawasan pelaksanaan pencegahan penyebaran Covid-19. Paling tidak, akan ada tiga anjing yang dibawa petugas untuk membubarkan massa yang masih nekat berkerumun.

“Karena biasanya manusia itu takut dengan hewan, pertama mungkin takut najis, kedua takut digonggong, ketiga takut digigit,” ujarnya. (bam/air/ags)