Masjid Agung Dibangun Multiyears

0
2.114 views
Walikota Serang Syafrudin meninjau Masjid Ats-Tsaurah, Kota Serang, Rabu (6/1). Masjid tersebut akan mulai direnovasi pada tahun ini.

SERANG – Revitalisasi Masjid Agung At-Tsauroh Kota Serang dipastikan mulai berjalan tahun ini. Pembangunan itu dilaksanakan secara multiyears selama tiga tahun dengan nilai Rp60 miliar.

Walikota Serang Syafrudin menegaskan, pembangunan tersebut mulai dilaksanakan tahun ini.

“Kami sudah menyiapkan anggaran keseluruhan Rp60 miliar, targetnya tiga tahun. Tiap tahun Rp20 miliar anggarannya multiyears sampai tiga tahun ke depan,” ujar Syafrudin saat mengunjungi Masjid Agung Ats-Tsauroh, kemarin (6/1).

Kunjungan orang nomor satu di Kota Serang dilakukan usai mengikuti acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Institut Agama Islam Banten (IAIB) Serang masa bakti 2021-2025.

Kata Syafrudin, anggaran Rp60 miliar itu digunakan untuk pembuatan landscape, pembongkaran Islamic Centre, revitalisasi dalam dan luar bagian masjid, tempat wudhu, sampai dengan pemagaran. “Nantinya, kita tata agar Masjid Agung menarik dikunjungi masyarakat,” ucapnya.

Saat ini, kata Syafrudin, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang tengah menyiapkan proses lelang.

“Nanti PUPR secara teknis yang akan melakukan. Jika tidak ada halangan APBD 2021 berjalan proses pembangunan akan dilakukan,” katanya.

Rencana tersebut didukung oleh IAIB Serang yang berbatasan langsung dengan Masjid Agung Ats-Tsauroh. “Pihak IAIB juga berencana memperbaiki gerbang masuk. Tapi, karena akan kami bangun tahun ini, makanya nanti kita sesuaikan,” terangnya.

IAIB GANTI REKTOR

Sementara itu, Syafrudin yang hadir pada acara pelantikan Prof Suparman Usman sebagai Rektor IAIB Serang, berharap IAIB mampu mempertahankan dan meningkatkan lebih maju dari pemimpin sebelumnya. “Saya tentu punya harapan ke depan kampus ini harus lebih baik,” terangnya.

Suparman yang menggantikan Prof Ahmad Wahab Afif itu pun berkomitmen mendorong kemajuan salah satu kampus tertua di Serang itu. “Ke depan tentu kita akan berusaha mewujudkan IAIB menjadi Universitas,” kata pria yang menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banten itu. (fdr/nda)