Masjid Kapal Bosok Diresmikan, Destinasi Wisata Religi Baru di Kota Serang

DIRESMIKAN WALIKOTA: Warga antusias memadati kawasan Masjid Kapal Bosok di lingkungan Drangong, Kelurahan Curugmanis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Sabtu (22/7). Masjid ini diresmikan oleh Walikota Serang Tb Haerul Jaman yang turut dihadiri oleh Abuya Muhtadi, Cidahu, Pandeglang. FOTO: QODRAT

SERANG – Masjid Kapal Bosok yang berlokasi di Kampung Drangong, RT 03 RW 01, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Serang. Hal tersebut diungkapkan Walikota Serang Tb Haerul Jaman saat meresmikan Masjid Kapal Bosok yang berbarengan dengan haul Syekh Abdullah Angga Derpa, Sabtu (22/7).

Acara yang dihadiri Abuya Muhtadi Cidahu Pandeglang, Asisten Daerah I Provinsi Banten Anwar Mas’ud, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman, dan tamu undangan lain juga dihadiri oleh sekira seribu warga. Acara dimulai dengan istighotsah. Setelah itu, peresmian pendirian Masjid Kapal Bosok.

Dalam sambutannya, Jaman menceritakan sekilas tentang Masjid Kapal Bosok. Ia mengungkapkan, pada 2008 di lokasi tersebut masih hutan, memiliki pohon-pohon tinggi dan salah satunya ada pohon besar. Dirinya sempat berziarah ke lokasi tersebut. “Saat ini telah berdiri monumen berbentuk replika kapal. Ini sangat luar biasa, dikerjakan oleh para santri dengan jumlah 17 orang, bangunan sebesar dan seluas ini,” ujar Jaman.

Di sekitar bangunan ini, kata Jaman, usai pembangunan rampung kondisinya sudah tertata rapi. Padahal, dalam proses pembangunan masjid tidak menggunakan gambar untuk dilihat dan ditiru. “Akan tetapi, tahap demi tahap, tentunya dengan kekuasaan Allah swt, ternyata bisa berbentuk bangunan masjid menyerupai perahu,” katanya.

“Ini bentuk karya para santri dan seluruh masyarakat yang membantu menghibahkan dan mewakafkan untuk pembangunan masjid ini,” tambah Jaman.

Ke depan, kata Jaman, masjid tersebut menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Serang yang luar biasa. Sejauh ini, kunjungan ke masjid ini cukup ramai setiap malam Jumat. “Mari kita rawat tempat ini. Di mana ada keramaian, tentu ada sampah dan ini harus tetap terawat. Mudah-mudahan karamah ini pun harus dijaga,” katanya.

Selain itu, Jaman mengatakan, sebagai warga negara, semua masyarakat diharapkan dapat berperan aktif dalam mengisi pembangunan serta memperkokoh persatuan dan kesatuan dengan saling mengisi satu sama lain, antara semua elemen masyarakat. “Ulama, umaro, dan semua elemen harus sama-sama menjaga persatuan,” katanya.

Ketua RT 03 RW 01 Kampung Drangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Indrajaya Kusuma mengungkapkan, bentuk masjid yang dibangun menyerupai kapal itu bukan tanpa alasan. “Kapal itu menggambarkan riwayat perjuangan Syekh Abdullah Angga Derpa saat melawan tentara Belanda dahulu kala. Makam Syekh Abdullah Angga Derpa berada tak jauh dari masjid tersebut,” kata Indra. (ADVERTORIAL/KOMINFO KOTA SERANG)