Masjid Unik Berbentuk Kapal di Curug

0
7.385 views
MASJID UNIK: Bangunan Masjid Kapal Bosok di Lingkungan Drangong, Kelurahan Curugmanis, Kecamatan Curug, Kota Serang, ini sangat unik, Kamis (6/7). Masjid ini menjadi perhatian masyarakat Banten dan luar Banten. Setiap akhir pekan masjid yang berbentuk kapal ini ramai dikunjungi oleh para wisatawan. FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Di Kampung Drangong, RT 03/01, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, berdiri sebuah masjid yang berbentuk unik. Masjid bernama Kapal Bosok ini berbentuk kapal yang terdiri dari lima lantai dengan warna biru dan hijau yang mendominasi.

Ketua RT 03/01, Kampung Drangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Indrajaya Kusuma mengungkapkan, bentuk masjid yang dibangun menyerupai kapal bukan tanpa alasan. “Kapal itu menggambarkan riwayat perjuangan Syekh Abdullah Angga Derpa saat melawan tentara Belanda dahulu kala. Makam Syekh Abdullah Angga Derpa berada tak jauh dari masjid,” ujar Indra kepada Radar Banten, Kamis (6/7).

Indra mengatakan, masjid itu dibangun sejak pertengahan 2014 silam dengan dana minim. Lama-kelamaan sedekah dari warga untuk pembangunan masjid semakin banyak sehingga saat ini sudah mencapai 90 persen.

Selain berbentuk kapal, yang membuat masjid ini berbeda dari yang lain adalah adanya lambang Garuda di bagian atas masjid dan bendera merah putih. Indra mengatakan, hal itu merupakan simbol perjuangan Syekh Abdullah Angga Derpa.

UNIK: Bangunan Masjid Kapal Bosok berbentuk kapal ini direncanakan akan diresmikan pada Sabtu (22/7) mendatang. Panitia mengundang Gubernur Wahidin Halim untuk meresmikan. FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

Kata dia, tidak ada bantuan pemerintah dalam pembangunan masjid. Masjid ini dibangun oleh 30 santri dari Ustaz Muhammad Nur, yang ikhlas tak digaji. Sementara pemerintah hanya membangun jalan melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa.

Kata dia, pembangunan masjid itu juga bukan tanpa alasan. “Ini untuk mengentaskan kemiskinan warga sekitar, menyejahterakan anak yatim, dan kaum dhuafa sekitar masjid,” tuturnya.

Masjid Kapal Bosok itu mulai ramai dikunjungi sejak sebulan yang lalu sebelum Ramadan. Kini, pengunjungnya semakin banyak, terlebih saat malam Jumat. “Bukan hanya dari Banten, tapi ada juga dari luar Banten seperti Pekalongan. Ada yang pakai motor, ada juga yang mobil,” ujar Indra. Bahkan, di atas lahan wakaf sekira dua hektare itu juga terbangun pasar dadakan dari masyarakat sekitar untuk para pengunjung masjid.

Para pengunjung diperbolehkan menaiki kapal namun harus ziarah dulu ke makam Syekh Abdullah Angga Derpa. Selain itu, untuk menaiki kapal itu, masyarakat diminta membaca surat Al Ikhlas sebanyak satu kali. Sedangkan saat turun membaca salawat tiga kali. Hal itu dilakukan lantaran saat proses pembangunannya juga dilakukan 117 khatam Alquran, 337 ribu salawat, 997 ribu zikir, dan tidak lepas puasa.

Rencananya, kata Indra, Masjid Kapal Bosok akan diresmikan pada Sabtu (22/7) nanti. Gubernur Banten Wahidin Halim juga akan diundang dalam peresmian tersebut. (Rostinah/RBG)