Masker Mau Dikirim ke Tiongkok, Dua Orang Diamankan

0
1.104 views
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (pegang mik) beserta jajaran Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti berupa masker yang diduga ditimbun oleh dua pelaku di sebuah gudang di Kelurahan Selapajang, Kota Tangerang, Rabu (4/3).

574.000 Masker Disita

TANGERANG – Polisi berhasil mengungkap aksi penimbunan masker di  gudang Mitra Jayakarta Persada (MJP) Kargo, Jalan Marsekal Suryadarma, Kelurahan Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (3/3). Sebanyak 574.000 pcs masker yang akan dikirim ke Tiongkok turut disita.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya menggerebek sebuah gudang milik PT MJP Kargo tersebut diduga menjadi lokasi penimbunan masker. “Iya, ada dugaan tindak pidana penimbunan alat kesehatan berupa masker kesehatan,” katanya, Rabu (4/3).

Dibeberkannya, penyidik mengamankan barang bukti berupa 180 karton yang berisi 360.000 masker merek Remedi. Selain itu sebanyak 107 karton berisi 214.000 masker merek Volca dan Well-Best. Total semuanya 574.000 masker. “Polisi juga mengamankan pemilik barang yang berinisial H dan D serta penjaga dan pemilik gudang untuk dimintai keterangan,” katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, kasus ini terungkap pada, Selasa (3/3). “Kejadian Selasa kemarin sore, tim Indag dari Ditreskrimus telah berhasil mengamankan sekitar 600 ribu pcs atau sekitar 287 boks,” katanya.

H dan D telah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya merupakan pemilik dari ratusan ribu masker. Ratusan ribu masker itu terdiri dari berbagai merek, termasuk ada dibuat di Jawa Barat. “Di sini apakah memang akan dikirim ke sana atau dilakukan penimbunan, kalau kita lihat ada beberapa merek di sini, ada dari pabrik Jabar, ada beberapa merek yang enggak memiliki standar,” kata dia.

Terkait pengungkapan kasus ini, barang bukti masker itu akan dibawa ke Polda Metro Jaya sebagai barang bukti. Terkini, polisi juga masih mendalami peran dari pemilik gudang tersebut. “Kalau dengan 600 ribu pcs, kita butuh 1 juta pcs tiap hari, penyidik masih mendalami, barang bukti akan segera kita geser ke Polda Metro Jaya. Nanti bagaimana perkembangannya akan kami sampaikan,” kata dia.

Yusri mengungkapkan, setelah diperiksa ternyata masker tidak ada izin edar baik alat kesehatan dalam (AKD) maupun alat kesehatan luar negeri (AKL). Ia  menyayangkan dugaan penimbunan di tengah kebutuhan masker yang sangat tinggi. “Saat ini kebutuhan masker per hari di Indonesia sekira 1 juta pcs per hari, sedangkan ini 570.000 malah mau dikirim ke luar negeri,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan Sofia, Human Resource General Affair PT MJP Cargo, dijelaskan MJP Cargo hanya sebagai perusahaan kargo biasa seperti umumnya. Sedangkan, H dan W merupakan pelanggannya.

Sofia mengungkapkan H dan W telah dua kali mengirim masker ke Guangzhou. Sedangkan, ratusan ribu masker yang kini disita polisi merupakan kloter ketiga yang direncanakan akan dikirim H dan W. “Sudah dua kali kirim ke Tiongkok, tapi itu jauh sebelum Presiden umumkan (dua WNI positif corona) dan ramai di Indonesia,” katanya di Gudang PT MJP Cargo, Rabu (4/3).

Bahkan, Sofia menyebut masker milik W itu rencananya akan dikirim ke Guangzhou tepat hari ini. Sebelum akhirnya ratusan masker tersebut diamankan polisi lantaran diduga melakukan penimbunan. “Malah yang milik W ini jadwalnya dikirimkan hari ini ke Guangzhou,” kata dia.

Tidak hanya di Tangerang, aparat Polda Metro Jaya juga mengungkap penimbunan masker di sebuah apartemen di Grogol, Jakarta Barat. Yusri Yunus mengatakan di apartemen tersebut didapati 350 dus masker di Apartemen Royal Mediterania Tower Lavender, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

“Tim melakukan penangkapan terhadap tersangka saat berada di lift dengan membawa tiga kardus besar yang berisikan masker,” katanya.

Saat apartemen digeledah, polisi menemukan ratusan masker berbagai merek di dalam unit apartemen. Masker tersebut antara lain 120 kotak masker merek Sensi, 153 kotak masker merek Mitra, 71 kotak masker merek Prasti, serta 15 kotak masker merek Facemas.

Kepada polisi, tersangka membeli masker itu dari supermarket dan sengaja ditimbun untuk dijual kembali saat harga tinggi. “Tersangka tahu bahwa di pasaran sangat sulit ditemukan masker muka,” ujar Yusri. (one-fin/alt/ags)