Massa Banten Ancam Duduki DPR

Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Lintas Ormas Banten kembali menggelar aksi menolak paham komunis dan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di Alun-alun Barat, Kota Serang, Minggu (5/7).

Ganyang Komunisme, Tolak RUU HIP

SERANG – Forum Lintas Organisasi Masyarakat (Ormas) Banten kembali menggelar Apel Siaga Banten bertajuk Ganyang Komunis di Alun-alun Barat Kota Serang, Minggu (5/7). Massa aksi kali ini siap menduduki gedung DPR RI di Jakarta apabila Presiden dan DPR RI tidak membatalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Ratusan massa yang terdiri dari ulama, ustaz, santri, ormas, organisasi kepemudaan, laskar pendekar, dan lainnya itu mulai memadati Alun-alun Barat Kota Serang sejak pukul 14.45  WIB. Massa membawa bendera organisasi masing-masing, bendera merah putih, serta membentangkan spanduk penolakan terhadap RUU HIP. Tiap perwakilan massa bergantian melakukan orasi menolak paham komunis dan RUU HIP.

Inisiator Forum Lintas Ormas Banten, Enting Abdul Karim menyesalkan langkah pemerintah yang hanya menunda pembahasan RUU HIP dan mengubahnya menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP). “Keinginan umat membatalkan semuanya. Kalau tetap bersikeras RUU HIP ini dibahas. Pokoknya, kita akan duduki Gedung DPR,” ujarnya di hadapan massa.

Kata Enting, Pancasila merupakan produk final dan telah disepakati semua elemen bangsa. Menurutnya, Pancasila tidak perlu diotak-atik terlebih disederhanakan menjadi Trisila dan Ekasila. Semua usaha untuk mengganti ideologi Pancasila harus ditolak termasuk usulan RUU HIP yang mengarah ke arah itu. “Yang kami sesalkan pemerintah cuma menunda pembahasannya bahkan menggantinya menjadi RUU PIP,” katanya.

Menurut Enting, seharusnya pemerintah dan DPR fokus menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi bangsa seperti wabah Covid-19, korupsi hingga persoalan kemiskinan. Ia menyatakan, usaha mengubah Pancasila merupakan tindakan makar terhadap dasar negara. “Karena itu kami mohon usut tuntas inisiatornya (RUU HIP-red) siapa. Karena ini mengubah tatatanan negara,” terangnya.

Enting menegaskan, upaya perubahan Pancasila dikhawatirkan menjadi pintu masuk ideologi lain ke Indonesia salah satunya komunisme. Ia menduga RUU HIP merupakan skenario yang dilakukan pihak tertentu yang bertujuan menggeser Pancasila. “Ini adalah rangkaian panjang yang diawali dengan adanya omnibus law, undang-undang minerba,” kataya.

Lebih lanjut Enting mengatakan, yang terpenting dilakukan saat ini bukan pembahasan RUU HIP tapi pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mempertanyakan sudah seadil apa pemerintah pada rakyat. Adil secara hukum, ekonomi, dan lain sebagainya. “Adakah keadilan saat ini? Itulah yang perlu ditingkatkan, bukan malah berupaya memeras Pancasila,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) Jawari di sela-sela orasinya mengatakan, perubahan nama dari RUU HIP menjadi RUU PIP hanyalah perubahan pada bentuk luar saja. Sementara substansinya masih sama. Karena itu masyarakat harus menolak rancangan undang-undang itu. “HIP diganti PIP sama saja kayak jengkol dengan jering (sana-sama jengkol-red). Upaya ini hanya menyuburkan paham komunisme saja,” katanya.

Jawari mengatakan, sebagian besar masyarakat Indonesia menolak RUU HIP  khususnya masyarakat Banten. Ia menegaskan, masyarakat menolak langkah-langkah menghidupkan kembali ajaran komunisme. “Kalau mereka bersikeras (membuat RUU HIP-red) berarti mereka makar. Kalau DPR memaksakan diri bubarkan parlemen,” terangnya.

Pada bagian akhir, Koordinator Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Banten Udin Saparudin mengatakan, ada catatan kelam antara HMI dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). “Karena setiap usaha yang menghidupkan PKI harus ditentang. Menentang RUU HIP itu adalah jihad,” katanya. Setelah melakukan orasi, peserta aksi membubarkan diri secara tertib sekira pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya pada Jumat (26/6), Forum Lintas Ormas Banten ini telah melakukan aksi di halaman Masjid Agung Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, pukul 13.30 WIB. Dalam aksi itu, massa menolak RUU HIP sama dengan tuntutan aksi kemarin. (fdr/alt)