BURIRAM, Thailand – Hasil prelim dewan juri Thailand World Music Championship 2014 telah menempatkan Marching Band Gita Surosowan Banten (GSB) untuk bertanding pada kelas bergengsi, yaitu World Class dengan nilai 85,20. Juri juga memutuskan bahwa North Eastern Technologi College (NETC) dari Thailand, lolos ke world class dengan nilai 91,20.

Dengan begitu, Juri menetapkan hanya dua marching band yang lolos ke World Class, yaitu Gita Surosowan Banten dan North Eastern Technologi College. Dua marching band ini dipastikan mendapatkan tempat pada kompetisi Drum Corps International (DCI) yang tahun depan akan dilaksanakan di Amerika Serikat.

Baca list lengkap hasil pertandingan di sini

“Alhamdulillah, ini semua berkat doa dari seluruh masyarakat Banten. Kami mengucapkan rasa terima kasih kami kepada semua yang telah support pada kami,” ujar pelatih dan salah satu arangger GSB, Priyo Sujatmiko, dengan wajah sumingrah kepada radarbanten.com, Jumat (5/12) pagi.

Priyo memang berhak sumingrah karena pada babak prelims yang dilaksanakan di i-Stadium Buriram, kemarin sore, Gita Surosowan memang terlihat tampil maksimal. “Saya lihat anak-anak main dengan passion terbaiknya. Insya Allah pada putaran final, kami bisa lebih baik lagi,” kata Priyo.

Priyo menyatakan bahwa tim pelatih sudah mengevaluasi seluruh persoalan dan mulai mengatur strategi agar pada pertandingan final, GBS setidaknya bisa lebih bersaing ketat dengan NETC. “Ya, bahkan sebetulnya kami sih berharap bisa mengungguli NETC,” kata Priyo lagi.

Pagi ini, kata Priyo, GSB kembali akan latihan keras dan mencoba untuk menerapkan strategi yang telah dibahas semalam. “Ya kami latihan, sambil persiapkan untuk pertandingan marching band parade sore nanti,” kata Priyo.

Pada babak prelims kemarin, memang terlihat Gita Surosowan Banten lebih unggul dalam banyak hal. Dari seksi musik, aransemen Andika Putra Perdana yang terbilang lengkap, berhasil membuat penonton kagum. Apalagi saat pada sejumlah part, terjadi ‘dialog’ yang hangat antara drum dengan kendang.

Secara visual, suguhan GSB memang terasa ‘penuh’ dipandang mata. Konfigurasi dan permainan colour guard (bendera) yang termasuk di atas rata-rata memang telah berhasil membuat seluruh suguhan pertunjukan semakin meriah.

Selain Gita Surosowan Banten, sejumlah marching band dari Indonesia juga turut berlaga di kompetisi ini. Mereka adalah Jember Marching Band (Jawa Timur), Gita Pakuan (Jawa Barat) dan Korps Putri Tarakanita (Jakarta). Hanya sayang, nilai yang mereka peroleh tidak bisa membuat mereka bisa bertanding pada World Class. (Krisna Widi Aria)***