Masyarakat Banten Kutuk Penyiraman Air Keras Terhadap Novel Baswedan

Novel Baswedan saat memberikan keterangan di sidang e-KTP. (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

SERANG – Masyarakat sipil anti korupsi (Banten Bersih) mengutuk dan melaknat keras pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Penyerangan dengan penyiraman air keras yang mengenai wajah dari penyidik KPK Novel Baswedan, harus dimaknai sebagai perlawanan terhadap negara dalam memberantas korupsi,” ujar Beno Novit Neang mewakili Banten Bersih melalui keterangan resminya, Selasa (11/4).

Menurut Beno, kejadian tersebut harus diusut tuntas oleh para aparat penegak hukum dengan membongkar siapa aktor intelektual dari penyerang atau teror tersebut.

“Hal ini harus dipandang bukan saja penyerangan terhadap personel KPK, tapi lebih jauh, ini adalah upaya penggembosan upaya negara untuk bersih-bersih dari korupsi, jelas ini dilakukan oleh para koruptor dan antek-anteknya yang sangat resah atas sepak terjang dari Novel Baswedan yang memang dikenal sebagai penyidik KPK yang tak kenal kompromi dalam memberantas korupsi,” ungkapnya.

Beno melanjutkan, negara tidak boleh kalah dan berdiam diri atas insiden tersebut. Jika didiamkan, lanjut Beno, maka para koruptor bisa lebih jauh bertindak dan meneror untuk menggembosi upaya pemberantasan korupsi, dan kejadian ini akan menjadi preseden buruk yang tentunya berdampak pada kemunduran pemberantasan korupsi.

“Negara harus menjamin bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak boleh kalah terhadap teror pengecut para koruptor. Publik harus tahu siapa dan kelompok mana yang telah melakukan tindakan pengecut ini. Ini pertaruhan nama baik negara dan aparat kepolisian, simbol pemberantasan korupsi telah dicederai dengan insiden penyerangan ini. Negara tidak boleh kalah. Publik harus menjadi garda terdepan untuk menjadi partisan dalam membantu Novel Baswedan dan KPK dalam memberantas korupsi,” paparnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)