Masyarakat Diminta Waspadai Gadai Ilegal

0
232 views

SERANG –  Satgas Waspada Investasi kembali memberhentikan 22 gadai ilegal yang ada di Jawa Tengah dan Sumatera Utara. Dengan demikian ada 52 gadai ilegal yang sudah dihentikan operasionalnya.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat untuk mewaspadai keberadaan gadai ilegal. Pada September 2019, Satgas Waspada Ilegal memberhentikan 30 kegiatan gadai ilegal, termasuk yang ada di Banten.  “Kebetulan tidak dirinci secara detail gadai ilegal yang ada di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat,” kata Tongam, Selasa (8/10).

Meski gadai ilegal di Banten telah dihentikan, lanjut dia, tetapi masih ada kemungkinan muncul kembali. Untuk itu masyarakat jangan mengakses gadai ilegal karena akan merugikan. “Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk yang banyak, tentu gadai ilegal bisa kembali bermunculan. Kami terus melakukan monitoring,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, keberadaan gadai ilegal di Indonesia karena banyak masyarakat yang menginginkan kemudahan tanpa menghiraukan risiko yang terjadi. Padahal gadai ilegal suku bunganya besar, barang bisa ditaksir lebih murah, barang bisa digadaikan kembali, dan waktu operasionalnya tidak jelas. “Tentu ini akan merugikan masyarakat dan bisa kehilangan barangnya,” katanya.

Ia meminta masyarakat untuk memanfaatkan jasa layanan gadai resmi yang terdaftar di OJK. Untuk itu, perlu memperhatikan dua hal yakni legal dan logis. “Masyarakat perlu mengecek apakah gadai tersebut resmi atau tidak dan apakah logis dari suku bunga yang ditawarkan,” katanya. (skn/aas/ags)