Masyarakat Harus Belajar dari Sejarah Uni Soviet dan Yugoslavia

0
485 views
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Nata Irawan pada seminar wawasan kebangsaan.

SERANG – Untuk menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia,  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten Nata Irawan meminta kepada masyarakat untuk belajar dari sejarah Uni Soviet dan Yugoslavia. Uni Soviet dan Yugoslavia adalah negara besar yang telah runtuh yang kemudian terpecah menjadi beberapa negara. Sejarah keruntuhan dua negara tersebut mengajarkan pentingnya ideologi untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dan negara.

Hal tersebut diungkapkan Nata Irawan saat memberikan sambutan pada seminar sehari tentang wawasan kebangsaan bertema “Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa”, di ruang serba guna DPRD Provinsi Banten,  Kamis (19/1).

“Karena hari ini ada isu yang mengarah pada perpecah belahan. Banyak negara yang hancur karena lemahnya ideologi yang mereka punya,  seperti Uni Soviet, Yugoslavia. Dua negara tersebut terpecah belah dan hancur karena ideologi berbangsanya hancur. Dua negara tersebut hendaknya menjadi pelajaran bagi kita untuk hidup berbangsa dan bernegara, dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi,” paparnya.

Menurut Nata,  seminar ini sebagai upaya Pemprov Banten untuk menjaga nilai-nilai leluhur yang menjunjung tinggi musyawarah,  menjunung tinggi nilai sosial,  dan menghargai perbedaan. “Ideologi Pancasila tidak boleh mati,  mari kita pertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” katanya.  (Bayu)