Masyarakat Kecamatan Cibadak Diklaim Dukung Proyek Tol Serang–Panimbang

Tol Serang-Panimbang
Puluhan masyarakat mengikuti sosialisasi pembebasan lahan Tol Serang-Panimbang di halaman kantor Kecamatan Cibadak, Rabu (22/6). (Foto: Mastur)

RANGKASBITUNG – Masyarakat delapan desa di Kecamatan Cibadak disebutkan telah mendukung proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang. Masyarakat juga dikatakan telah siap menyukseskan pembebasan lahan untuk jalan bebas hambatan yang akan melintasi Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang itu.

Klaim itu dilontarkan salah satu tokoh pemuda Kecamatan Cibadak Deden Muhamad Fatih. Pada prinsipnya, kata dia, masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Cibadak itu tidak mempersoalkan rencana pembebasan lahan dan pembangunan Tol Serang-Panimbang yang akan melintasi desanya. Pemerintah cuma diminta tidak merugikan para pemilik lahan.

“Kami mendukung pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Keberadaannya akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Lebak,” kata Deden kepada Radar Banten usai sosialisasi pembebasan lahan untuk Tol Serang-Panimbang, Rabu (22/6).

Dia menilai, sosialisasi oleh pemerintah itu sudah tepat. Masyarakat harus diberi pemahaman tentang manfaat jalan tol yang menghubungkan tiga kabupaten tersebut, mengingat persoalan lahan cukup sensitif dan bisa menghambat pembangunan. “Masyarakat harus menerima ganti untung, bukan ganti rugi. Bangunan, pohon, lahan sisa, dan makam yang dilintasi jalan tol akan diberikan ganti untung dari pemerintah,” ujar Deden.

Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Banten Kusmayadi memastikan bahwa pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Serang-Panimbang itu tidak akan merugikan masyarakat. Pemerintah selalu membayar lahan milik masyarakat dengan harga di atas nilai jual objek pajak (NJOP). “Masyarakat tidak perlu khawatir akan dirugikan,” tegasnya.

Kusmayadi mengatakan, harga lahan yang akan dibebaskan tidak ditentukan oleh pemerintah atau Badan Pertanahan Nasional (BPN), tetapi ditetapkan oleh tim appraisal. Tim independen itu yang nanti menentukan harga lahan yang harus dibayar pemerintah. “Saya pastikan, harganya enggak akan merugikan masyarakat,” jelasnya.

Wahyudi, pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan Tol Serang-Panimbang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga memastikan bahwa pohon, bangunan, dan makam yang dilalui proyek pemerintah pusat itu akan dibayar. Masyarakat diminta tidak khawatir akan dirugikan.

“Saya bersyukur, masyarakat mendukung rencana pembebasan lahan dan pembangunan jalan tol yang akan melintas di Cibadak,” ungkap Wahyudi.

Asda I Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Lebak Saefullah Saleh menyebutkan, Tol Serang-Panimbang di wilayah Lebak akan melintasi Kecamatan Cibadak, Cikulur, Warunggunung, Cileles, dan Banjarsari. Saat ini, Pemprov Banten, Kementerian PUPR, BPN, dan Pemkab Lebak intens menyosialisasikan proyek itu kepada masyarakat yang lahannya akan dibebaskan.

“Pemkab Lebak ikut berpartisipasi menyukseskannya. Jalan tol akan meningkatkan perekonomian masyarakat, karena akses menuju Serang dan Jakarta akan lebih cepat,” ujar Saefullah. (Mastur/Radar Banten)