Material Urukan Jalan Palka Picu Kecelakaan

0
672 views
Material urukan jalan di Jalan Palima-Cinangka (Palka), Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, mengganggu lalu lintas, Sabtu (3/12). Foto: Shogir/Radar Banten

SERANG-  Tumpukan material urukan di bahu Jalan Palima-Cinangka (Palka), tepatnya di Kampung Blokang, Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, dikeluhkan warga. Tumpukan material  dinilai berbahaya dan sudah sering memakan korban atau kecelakaan kendaraan. Apalagi penerangan jalan umum (PJU) juga minim sehingga memicu kecelakaan pada malam hari.

Menurut Ketua Karang Taruna Kecamatan Pabuaran Fahrul Kurniawan, perbaikan Jalan Palka memang dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas infrastruktur. Namun, dalam proses pengerjaan, tidak memerhatikan keselamatan pengguna jalan.

“Istri saya juga telah menjadi korban dari proyek jalan Palka itu. Seharusnya dalam proses pekerjaan, tetap memerhatikan pengguna jalan. Material urukan jalan tidak disimpan sembarangan,” ujarnya kepada Radar Banten, Sabtu (3/12).

Kata Fahrul, korban kecelakaan lalu lintas akibat pekerjaan proyek Jalan Palka ternyata bukan hanya karena material urukan yang belum dikerjakan saja. Ia menyebut, ada warga bernama Agus Hariyanto yang menjadi korban kecelakan akibat besi coran jalan. “Padahal harapan kita, ketika jalan dibangun, membawa sebuah keberkahan. Namun sebaliknya, banyak dari warga yang jadi korban,” ujarnya.

Dia berharap, di Jalan Palka segera dipasang PJU sehingga meminimalkan kecelakaan saat malam. “Tumpukan urukan bukan hanya tanah, tetapi juga ada bebatuan besar, sehingga berbahaya. Bahkan tumpukan batu hampir memakan setengah badan jalan. Ditambah lagi saat malam kondisi jalan cukup gelap,” ujar Fahrul.

Agus Ali Jafar Sodik, warga Kampung Pasagipasir, Desa Sindangheula, pernah menjadi korban kecelakan lalu lintas pada Jumat (2/12) malam. Ia hendak berangkat kerja ke daerah Kecamatan Cikande. Tepatnya di Kampung Baruan, Desa Sindangsari, dengan kondisi jalan gelap, ia menabrak tumpukan batu. “Karena tidak ada tanda atau simbol tumpukan urukan jalan. Maka saya menabrak batu. Sekarang saya tidak bisa lagi melakukan aktivitas kerja seperti biasa,” ungkapnya. Ia mengaku mengalami cedera pada kaki dan membutuhkan pemulihan.

Menurut Agus, pada waktu yang sama pula, warga Desa Sindangheula yang belum diketahui namanya menjadi korban kecelakaan akibat tumpukan material jalan. Bahkan sudah pernah ada mobil yang terjatuh ke sungai lantaran menghindari kendaraan lain akibat banyak tumpukan urukan yang tak kunjung digunakan. “Kita sebagai warga senang dengan perbaikan jalan. Namun, kita juga berharap agar dalam melakukan proyek pekerjaan, bisa memerhatikan keselamatan pengguna jalan,” harapnya.

Warga Desa Sindangheula yang juga pernah menjadi korban kecelakan, Agus Hariyanto mengungkapkan, pernah menjadi korban proyek pekerjaan Jalan Palka saat mengantar istrinya menuju Kecamatan Padarincang. “Saya terjatuh terkena behel besi beton jalan, kepala saya bocor, istri saya luka parah. Alhamdulillah sekarang sudah baikan. Korban kecelakaan di jalan yang sama bukan hanya saya, masih ada yang lain. Saya harap, kontraktor yang memperbaiki Jalan Palka, memerhatikan keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. (Shogir/Radar Banten)