CILEGON – Rencana Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi mendirikan kampus Universitas Islam Banten (UIB) Cilegon dibenarkan Aceng Asnawi, salah seorang anggota tim yang dilibatkan Iman dalam merealisasikan kampus. Rencananya kampus ini akan menggantikan fungsi hotel Grand Mangku Putera (GMP) milik keluarga walikota. “Persiapannya kita hanya menindaklanjuti dari Yayasan Islah, yang sudah ada akademinya. Pak Walikota, keinginannya yayasan itu bukan hanya menjadi akademi, tapi juga universitas. Saat ini tahapannya sudah sampai pada kepengurusan sejumlah perizinan di Kopertis Wilayah IV Jawa Barat,” ujarnya kepada radarbanten.com, Selasa (24/2/2015).

Walikota Cilegon, imbuhnya, sudah memenuhi sejumlah persayaratan dalam realisasi lembaga perguruan tinggi itu, di antaranya telah memiliki lahan dan legalisasi Yayasan Al Islah. Lembaga pendidikan milik keluarga yang sudah berjalan selama ini dengan akademi kebidanan dan farmasi. “Yang diajukan itu ada 18 program studi untuk di UIB Cilegon. Tinggal sejumlah poin pokok seperti setiap program studi itu harus memiliki enam dosen S2 untuk tiap program studi dan lain sebagainya,” katanya.

Terkait dengan pendanaan yang juga menjadi syarat pendirian UIB, Wadir Bidang Akademik Pascasarjana Untirta ini menjelaskan, Walikota juga menurutnya harus mempersiapkan bukti deposito yang akan dijadikan sebagai jaminan keberlangsungan perguruan tinggi itu. “Untuk jaminan pendirian, per prodi itu ketentuannya Rp540 juta. Dikalikan satu semester menjadi Rp3,2 miliar dan dikalikan 18 program studi yang diajukan, jadi sekitar Rp60 miliaran. Jumlah itu akan dijadikan sebagai jaminan dari margin deposit milik yayasan, ataupun bisa dibuktikan dengan adanya jaminan dari perbankan selama tiga tahun,” paparnya.

Bila tidak aral melintang, jelasnya, setelah permohonan pendirian, UIB akan berjalan paling cepat satu tahun kedepan. (Devi Krisna)