Mau Lebaran, Tujuh Ekor Kerbau di Cijaku Raib Digondol Maling

0
990 views
Ilustrasi

LEBAK – Sebanyak tujuh ekor kerbau milik Sarbini, warga Kampung Cibacang, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, raib digondol maling pada Rabu (6/5) sekira pukul 1.00 WIB. Pencurian hewan ternak itu baru diketahui setelah anak korban pulang dari masjid.

Informasi yang dihimpun Radar Banten, sekira pukul 00.30 WIB, warga melihat cahaya senter dari kandang kerbau milik Sarbini. Warga menduga, cahaya senter tersebut berasal dari pemilik kerbau yang sedang memberi makan hewan ternaknya. Warga yang tidak curiga, tetap beraktivitas normal. Namun, sekira pukul 1.00 WIB, warga digegerkan dengan informasi bahwa telah terjadi pencurian hewan ternak milik Sarbini.

Untuk itu, warga langsung melakukan penyekatan dan menginformasikan peristiwa pencurian tersebut melalui pesan WhatsApp. Namun, upaya penyekatan yang dilakukan masyarakat tidak membuahkan hasil. Mereka kemudian melaporkan kasus pencurian tujuh ekor kerbau ini kepada kepala desa dan dilanjutkan ke Mapolsek Cijaku.

Kepala Desa Mekarjaya, Kecamatan Cijaku, Mistarudin mengatakan, kandang kerbau milik Sarbini berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah korban dan pemukiman penduduk. Namun, kandang kerbau tersebut terjangkau pandangan mata. Sehingga, ketika ada cahaya senter dari arah kandang, warga bisa melihatnya secara kasat mata.

“Iya, warga kami kemalingan tujuh ekor kerbau pada Rabu dini hari. Para pencuri diduga lebih dari satu orang dan membawa kendaraan truk untuk mengangkut hewan curiannya tersebut,” kata Mistarudin ketika dihubungi Radar Banten.

Upaya warga mengahalau pelarian kawanan maling ini tidak membuahkan hasil. Karena para pencuri sudah kabur dari lokasi kejadian.

“Saya didampingi korban sudah melaporkan kasus pencurian hewan ternak ini ke Polsek Cijaku. Harapannya, para pelaku dapat segera ditangkap, karena telah meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Menjelang lebaran, dia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan ternak untuk waspada terhadap ancaman pencurian. Ditambah lagi, sekarang kondisi ekonomi sedang terpuruk akibat wabah Covid-19. Jadi, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, sehingga potensi terjadinya tindak pidana kejahatan cukup besar.

“Saya minta masyarakat untuk waspada dan aktif melakukan kegiatan ronda malam. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya pencurian di wilayah Mekarjaya dan Cijaku pada umumnya,” harapnya. (Mastur)