Mau Pilkada, Pemkab Pandeglang Rasionalisasi Anggaran

0
167 views
Pery Hasanudin. Dok Radar Banten

PANDEGLANG – Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin mengatakan, tahun depan alokasi anggaran pembangunan di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pandeglang akan disesuaikan atau dirasionalisasi.

Tindakan itu, kata dia, harus dilakukan karena ada beberapa kegiatan di tahun 2020 yang anggarannya harus ditanggung Pemkab Pandeglang, seperti untuk anggaran tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang diperkirakan mencapai Rp80 miliar.

“Iya kita lakukan penyederhanaan (rasionalisasi-red) pos anggaran yang tidak penting,” katanya kepada Radar Banten di gedung pendopo Kabupaten Pandeglang, Senin (29/7).

Pery menyarankan, ke depan semua OPD harus bisa membuat rencana kerja yang bermanfaat dan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Nanti ada skala prioritas. Bukan enggak ada rasionalisasi, tetapi penyesuaian dengan anggaran yang kita miliki,” katanya.

Pery berjanji, pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur tahun 2020 tetap akan dilakukan secara optimal. Soalnya, pemkab telah mendapatkan solusi untuk menutup anggaran yang terpakai untuk pelaksanaan pilkada serentak tersebut. “Rencana itu belum final, masih lama, bisa saja pendapatan bertambah. Jadi enggak usah khawatir, karena kita memiliki cara untuk mengatasi kekurangan anggaran itu,” katanya.

Menurut Pery, cara yang dilakukan untuk menutup kekurangan anggaran itu adalah dengan mengoptimalkan semua sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita sudah melakukan pembahasan dengan semua instansi terkait mengenai persoalan anggaran tersebut. Hasilnya ada beberapa sektor pendapatan yang terus kita tingkatkan agar keuangan kita di tahun depan terus meningkat,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi II DPRD Pandeglang Rika Kartikasari menyarankan agar OPD penghasil bisa mengoptimalkan semua sektor pendapatan agar tidak mengganggu terhadap pelaksanaan pembangunan dan peningkatan pelayanan dasar masyarakat. “Selama ini banyak potensi pendapatan daerah yang belum dikelola dengan baik. Apabila semua sektor itu bisa dioptimalkan, saya kira Pandeglang bisa menjadi daerah yang mandiri,” katanya. (Adib F/RBG)