Mau Tahu Kisah Hidup Soleh Solihun? Tonton Saja Film Mau Jadi Apa?

Pemain Mau Jadi Apa? saat berkunjung ke JawaPos.com di Graha Pena, Jakarta Selatan. Foto: Dedi Yondra/JawaPos.com

JAKARTA – Film kisah hidup Soleh Solihun yang berjudul Mau Jadi Apa? tayang mulai hari ini di seluruh bioskop Tanah Air. Proses di balik pembuatan film sendiri cukup panjang.

Ketika berkunjung ke redaksi Jawapos.com belum lama ini, Soleh Solihun mengatakan bahwa film Mau Jadi Apa? digarap ‘sepaket’. Artinya dia yang didapuk sebagai penuli skenario, sutradara, serta pemain utamanya.

“Makanya ini sangat penting bagi perjalanan karier saya,” ujar dia sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Menurut Soleh Solihun, proyek ini bermula saat seorang produser menawarinya untuk menulis skenario film. Tawaran tersebut ternyata bukan sekadar itu saja, dia juga diminta bertindak sebagai pemain, sutradara, sekaligus menulis skenario.

“Tawaran dari produser, minta saya nulis skenario, sutradarain, main film sampai nulis buku juga. Jadi sepaket, makanya saya akhirnya bikin tentang kisah hidup saat kuliah,” kata Soleh Solihun.

Meski tidak punya basic sebagai sutradara, Soleh Solihun tetap menerima tawaran film Mau Jadi Apa?. Dia menilai ini adalah kesempatan besar dalam perjalanan kariernya. Hambatan sebagai sutradara dilalui dengan bantuan sutradara lain yakni Monty Tiwa.

“Saya kalau ada kesempatan di depan ambil aja. Saya berani karena tandem, dibantu sama sutradara beneran, Monty Tiwa. Saya kan belum ngerti teknis, kalo sendirian pasti berantakan,” ucapnya.

“Saya udah nyambung sama dia, selera humornya sama. Makanya ngajak Monty Tiwa,” sambung Soleh Solihun.

Menjadi sutradara memberi pelajaran baru bagi Soleh Solihun. Dia akhirnya tahu, sutradara punya tantangan lebih berat dibanding pemain.

“Pemain nggak perlu mikirin ribet, lokasi, kostumnya gimana, dan lain. Sutradara kudu mikir pemainnya siapa, lokasinya , kostum, udah beres syuting masih kerja,” lanjutnya.

Soleh Solihun menulis skenario yang berdasarkan kisah nyata hidupnya sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran di Bandung pada akhir 1990an dan awal 2000an. Perjalanannya sebagai Macan Kampus dibumbui dengan komedi yang segar ala masa tersebut.

Soleh Solihun dan Monty Tiwa sengaja melakukan syuting di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran di Bandung demi membangun nuansa film.

“Jadi film ini adalah proses pencarian jatidiri, menemukan passion. Cerita yang diambil berdasar kisah nyata, karakter saya dan teman-teman saya beneran,” tuturnya.

Suasana zaman 90an dihadirkan semakin terasa karena para pemain lain yang memerankan tokoh sahabat-sahabat Soleh Solihun zaman kuliah.

Soleh Solihun ikut mengajak deretan pemain seperti Adjis Doaibu, Boris Bokir, Awwe, Ricky Wattimena, Anggika Borsterli, Aurelie Moeremans, Aci, Poppy Sovia, serta penampilan dari Ronal Surapraja, Ernest Prakasa, Gading Marten, Andhika Pratama, dan lainnya.

Film Mau Jadi Apa? yang menceritakan kisah hidup Soleh Solihun bakal membawa penonton kembali ke era 90an. Tidak hanya sisi cerita dan komedinya, film tersebut juga bakal dihiasi lagu-lagu keren pada zaman itu.

Sebagai pemain dan juga sutradara, Soleh Solihun mengaku sengaja memasukkan lagu-lagu 90an untuk mendukung kesempurnaan film. Sebab film Mau Jadi Apa? berlatar belakang tahun 1997 hingga awal 2000an.

“Saya minta ke produser untuk mengusahakan lagu-lagu 90an bisa masuk ke dalam film ini. Ternyata produser menyanggupinya dan kemudian mengurus izin-izin lagu tersebut,” ungkap Soleh Solihun.

Dengan tercapai keinginannya, komika itu mengklaim bahwa Mau Jadi Apa? adalah film komedi dengan lagu-lagu soundtrack paling keren.

Lagu-lagu yang populer pada masa 1997 hingga awal 2000an dihadirkan di berbagai adegan film. Seperti lagu dari grup musik Slank, Plastik, Pas Band, Naif, Pure Saturday, dan lainnya.

“Ini adalah film dengan lagu-lagu paling keren. Lagu di dalam film ini adalah lagu yang memang kami sukai, dan diputar terus pada era itu,” tutup Soleh Solihun. (DED/JPC/JPG)