Mayat Dimasukkan ke Karung dan Ditenggelamkan

0
658 views

PANDEGLANG – Mayat dalam karung ditemukan di pantai kawasan Hotel Karibea, Desa Tegalpapak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Minggu (7/4), sekira pukul 07.00 WIB. Kali pertama mayat itu ditemukan oleh Saleh (60) dan Neneng (40), pemulung asal Tegalpapak. Diduga pria tanpa identitas dalam karung itu merupakan korban pembunuhan dengan cara ditenggelamkan ke laut.

Saleh dan Neneng lalu melaporkan temuan mengejutkan itu kepada warga sekitar. Lalu, warga langsung mengontak aparat Polsek Pagelaran. Tidak lama kemudian, aparat dari Polsek Pagelaran dan tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Satuan Reserse kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang mendatangi lokasi. Mereka mengamankan TKP dan memasang garis polisi (police line) agar warga yang terus berdatangan untuk melihat mayat dalam karung tidak mendekat.

Anggota Satreskrim Polres Pandeglang IPTU Akbar mengatakan, akan membawa mayat ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara  Serang untuk penyelidikan lebih lanjut. “Mayat dalam karung tidak bisa kita buka di sini, akan segera kita bawa ke RSDP Serang (RSUD dr Dradjat Prawiranegara-red) untuk diautopsi dan penyelidikan lebih layak,” katanya kepada Radar Banten di lokasi saat melakukan penyelidikan.

Akbar berjanji, akan terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas korban dan penyebab kematian. “Identitas belum diketahui, cuma jari tangan sebelah kiri kayaknya sudah hancur. Kita nanti tetap mencari indentitas korban ini,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto Amstono menduga pria tanpa identitas ini koban pembunuhan dengan acara dimasukkan ke dalam karung lalu ditenggelamkan. “Itu koban pembunuhan. Dengan cara korban dimasukkan ke karung lalu ditenggelamkan. Karena ada batu itu di dalamnya,” katanya.

Ditanya adakah bekas luka di bagian tubuh korban, Indra belum bisa memberikan keterangan. “Sabar, karena lagi autopsi,” katanya.

Kata dia, langkah-langkah penyelidikan dilakukan dengan mendatangi dan melakukan olah TKP serta melakukan identifikasi mayat. “Sekali lagi tim tidak memungkinkan untuk membuka mayat dari dalam karung, karena mayat dalam keadaan lapuk,” katanya. Menurut Indra, anggotanya akan mencari keterangan dari saksi-saksi tambahan untuk mengungkap kasus ini.

HARI INI AUTOPSI

Jasad korban yang dibawa aparat Polres Pandeglang tiba di ruang Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSUD dr Dradjat Prawiranegara sekira pukul 16.00 WIB. Sesampainya di rumah sakit, jasad dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Rencananya, proses autopsi dilakukan hari ini.

 “Iya benar ada jenazah dari Pandeglang. Besok (hari ini-red) baru dilakukan autopsi,” ujar  kepala IKFM RSUD dr Drajat Prawiranegara, dr Budi Suhendar, saat dihubungi Radar Banten, tadi malam.

Ia mengatakan butuh waktu tiga jam untuk pemeriksaan dalam. Dari pemeriksaan tersebut akan kembali dilanjutkan jika belum dapat disimpulkan penyebab kematian korban.  “Prosesnya paling sekitar tiga jam (pemeriksaan dalam-red). Nanti dilihat, apakah perlu dilakukan pemeriksan lanjutan untuk mencari penyebab pastinya (kematian-red) atau tidak,” tutur Budi. (her-mg05/alt/ags)